Tuesday, July 2, 2013

prestasi INDONESIA yang menDUNIA

Kali ini saya mau mencoba memberi info tentang Negara kita yang ternyata memiliki keunggulan-keunggulan dan mencatat banyak prestasi gemilang di kancah dunia yg patut di banggakan. Apa aja ya kira-kira ?

Star 50 Buatan PT PAL Indonesia merupkan salah satu kapal terbaik di dunia

Kapal Star 50 memiliki Panjang 189.840m & lebar 30.50m merupakan slah satu kapal terbaik di dunia untuk kelas 50.000 ton dan sepenuhnya hasil rancang bangun putra-putri Indonesia. Menggunakan kandungan lokal 35 % - 45 % dengan bahan-bahan berkualitas tinggi. Azurite Onvest Ltd, British Virgin ILand, Singapura adalah salah satu yg memesan kapal jenis ini setelah Hongkong (4 unit), Jerman (2 unit), Turki (2 unit).


Toyota Kijang Innova, Mobil terpopuler di Uni Emirat Arab. Sepenuhnya diproduksi di Indonesia

Uni Emirat Arab, siapa sangka kalo di Negara yg banyak mendatangkan mobil-mobil mewah dunia itu, Toyota Innova justru merupakan mobil terpopuler di sana. Hebatnya ternyata tidak ada tempat di dunia yg memproduksi mobil ini selain di Indonesia. Berbagai perusahaan otomotif jepang diam-diam telah menempatkan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar Luar negri yg tentu melibatkan banyak insinyur dan tenaga ahli Indonesia.


Airbridge (tangga belalai menuju pintu pesawat) yang terkenal di bandara dunia pertamakali dibuat oleh PT Bukaka Teknik Utama, Indonesia

Wajib agan ketahui kalo Aircraft Passenger Boarding Bridge (Airbridge) pertama kalo diciptakan oleh perusahaan industri di Indonesia yaitu PT Bukaka Teknik Utama. Perusaan ini bergerak di pembuatan Airbridge. Pada awalnya perusahaan ini berbentuk sebuah bengkel kecil diatas lahan seluas 3.000 M2 dengan luas bangunan 1.000 M2 dengan peralatan sederhana seperti 4 buah mesin las, sebuah mesin bubut, sebuah genset 65 KVA dan beberapa peralatan lainya.


Knalpot Mercedes Benz adalah buatan Indonesia (industrinya berada di Purbalingga)

Industri knalpot mobil yg berada di Purbalingga, di percaya menjadi pemasok produsen Mercedes Benz karena dinilai punya kualitas baik. Perusahaan mewah asal Jerman tersebut memesan sebanyak 1.000 unit knalpot. Pemesanan ini sudah berjalan sejak tahun 2004. setiap knalpot terdiri dari 2 bagian. Harga perunit sebesar Rp 2 juta. Terakhir pihak Mercy sudah memesan lagi knalpot sebanyak 1.000 unit mobil seri terbarunya.


Seragam Serdadu NATO diproduksi oleh PT Sritex, Solo, Jawa Tengah

Agan tau gak kalo seragam militer North Atlantic Treaty Organization (NATO) yg dipakai ratusan anggota militer baik Eropa, Amerika dan Asia menggunakan seragam buatan pabrik yang berlokasi di Skoharjo. Produk Sritex telah diakui memenuhi standar NATO sehingga dipercaya memproduksi seragam militer anggota NATO. Perusahaan ini juga melayani pembuatan seragam militer untuk 25 negara (Indonesia, Australia, Brunei, Kamboja, Siprus, Inggris, Jerman, Kuwait, Lebanon, Nepal, Oman, Qatar, Swis dll)


Gamelan Menjadi Kurikulum Sekolah Di New Zealand, Singapura, Jepang dan Amerika Serikat

Gamelan ternyata telah menjadi salah satu kurikulum tetap di New Zealand School of Music (NZSM) dengan kode mata kuliah PERF250 – special Indonesian Gamelan. Pada th 2011 jumlah mahasiswa mencapai 23 orang melebihi batas maksimal yaitu 18 orang. Di Singapura Gamelan dijadikan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar. Sementara di Amerika Gamelan Jawa sudah terkenal di berbagai Universitas unggulan, seperti di Berkley, San Jose University, Lewis and Clark College, Michigan dll.di jepang gamelan juga udah jadi media ajar di berbagai universitas.


Brand Internasional Gucci & Christian Dior menggunakan bahan baku kain tenun asli Indonesia

Brand Internasional Gucci & Christian Dior menganggap tenun Indonesia sangat berharga karna handmade (buatan tangan). Itulah yang membuat brand internasional seperti mereka mau bekerja sama dengan pengerajin Indonesia dan menjadi kebanggaan melihat kain asli Indonesia tampil di runway designer internationalmulai dari Milan, Paris dan London


Tas Bagteria buatan Indonesia terpampang di berbagai Etalasae mall kelas atas di 32 negara

Tas merk Bagteria merupakan hasil karya Ibu Nancy Go, seorang wanita Indonesia keturunan Brazil. Dengan Modal Rp 300 juta pada bulan mei 2000 ia membuat workshop pembuatan tas yang letaknya di Jakarta Barat. Saat ini merek Bagteria di Eropa dan Amerika sudah setaraf dengan Louis Vuitton, Chanel, atau Cristian Lacroix. Artis luar yg memakai tas ini antara lain Paris Hilton, Zara Philips (cucu ratu Elizabeth II), Emma Thomson dll.


Kimilsungia, Bunga nasional Korea Utara Berasal dari Indonesia

Nama bunga ini di beri nama oleh presiden Soekarno ketika memberikan hadiah bunga ke pada Kim Il Sung yg berulang tahun dan melakukan kunjungan ke Indonesia, Bung Karno berinisiatif memberi nama pada bunga anggrek tersebut kemudian munculah nama “Kimilsungia” yang merupakan gabungan nama Kim Il Sung dan Indonesia. Sejak saat itu bunga uni dijadikan sbgai bunga masional KORUT.


Batik Indonesia Mendunia

Batik sudah ada sejak kerajaan jaman dulu di Indonesia , dimana dulu batik merupakan kesenian/kerajinan kebudayaan keluarga kerajaan, terutama di pulau jawa. Selain itu seorang Desainer batik Nusjirwan Tirtaamidjaja (Iwan Tirta) karya-karya batiknya disukai dan dipakai oleh beberapa kepala Negara seperti Ratu Elozabeth II, Ratu Sophie dari Spanyol, Ratu Juliana dari Belanda bahkan Bill Clinton

SAWAH TERASERING TERCANTIK


1. Terasering di Bali



 Sawah berteras-teras dapat ditemukan hampir di seluruh pulau Bali. Masyarakat Bali bergantung pada metode pertanian ini selama hampir 2000 tahun. Di tengah-tengah pulau Bali, tepatnya di sebelah utara desa Tegallalang di Ubud, terdapat serangkaian sawah teras yang menjadi favorit bagi para wisatawan dan para fotografer. Sawah bertingkat seperti ini juga dapat ditemukan di Sayan, Jatiluwih, Pupuan dan Tabanan. Di Bali, sawah berteras seperti ini dikerjakan sesuai dengan tatanan sosial yang terorganisir dengan baik, yang disebut subak. Subak mengelola dan mendistribusikan sumber air irigasi dengan jadwal yang ketat, sehingga seluruh sawah ini dapat terairi dengan baik.


2. Teras Sawah



Teras sawah ini terletak di pusat pegunungan Cordillera di Filipina dan berada di ketinggian 1525 meter. Teras yang bertingkat-tingkat ini dibuat dengan tangan tanpa alat-alat modern oleh orang-orang suku Ifugao dan telah memproduksi beras selama hampir 2.000 tahun. Terasnya sendiri begitu banyak, curam, dan padat, sehingga jika sawah ini diukur dari ujung ke ujung, maka akan sama dengan panjang dari setengah keliling dunia. Sayangnya, akhir-akhir ini, sawah ini mulai ditinggalkan, karena semakin banyak orang suku Ifugao yang bermigrasi ke kota-kota.


3. Teras Sawah Sa Pa


Sa Pa adalah sebuah kota yang terletak di barat laut Vietnam dekat perbatasan dengan China. Sawah yang berteras-teras, adalah salah satu daya tarik wisata yang paling populer di Vietnam, dan dapat ditemukan di lembah Muong Hoa antara kota Sa Pa dan Gunung Fansipan. Suku di daerah setempat, Hmong, Giay, Dao, Tay, dan Giay, menanam padi dan jagung bersama dengan sayuran pada sawah teras ini.


4. Teras Sawah Longji


Teras sawah di Longji yang berarti "tulang punggung naga" ini dibangun lebih dari 500 tahun yang lalu selama pemerintahan Dinasti Ming. Teras sawah ini dapat ditemukan di Longsheng sekitar dua jam perjalanan dari Guilin. Teras sawah di Longsheng ini dibuat karena lahan pertanian yang terbatas dan kurangnya pasokan air.


5. Teras Sawah Hani


Teras sawah Hani terletak di bawah desa-desa di sisi pegunungan Ailao di Yuanyang, dan telah dibudidayakan selama lebih dari 1.000 tahun. Dibuat dengan tangan oleh orang-orang Hani, sawah ini telah merubah sebuah bukit tandus menjadi surga sub-tropis yang rimbun. Teras ini menghasilkan padi dan ikan yang cukup untuk ratusan ribu orang. Air untuk irigasinya sendiri berasal dari hutan hujan di puncak bukit. Sawah yang tergenang pada bulan Desember hingga Maret ini, menyajikan pemandangan yang spektakuler bagi para wisatawan.


6. Lembah Douro


Lembah Douro terletak di utara Portugal, agak jauh dari kota Porto. Bukit-bukit di lembah ini ditutupi dengan kebun berteras-teras yang ditanami dengan anggur. Pemandangan di lembah ini secara spektakuler akan berubah sepanjang tahun seiring tanaman yang mulai matang. Pada musim gugur tanaman berwarna kemerahan dan keemasan, sedangkan pada bulan Februari sampai Maret almond yang mekar memberikan warna pink keputihan ke wilayah tersebut.


7. Salinas de Maras


Salineras de Maras telah digunakan selama berabad-abad, dan merupakan tambang garam langsung dari mata air alami yang mengandung garam dalam konsentrasi tinggi. Teras-teras ini berjumlah sekitar 3.000. Ketika air diuapkan oleh matahari, lapisan garam yang tebal akan tertinggal. Garam ini kemudian dipotong menjadi lempengan besar dan diangkut ke pasar. Seperti di beberapa sawah di Asia, teras garam ini diwariskan dari generasi ke generasi, dan telah digunakan selama berabad-abad.


8. Moray


Moray adalah semacam laboratorium pertanian peninggalan Inca di Peru yang digunakan untuk membudidayakan varietas tanaman unggulan. Moray berisi beberapa teras melingkar, yang dapat digunakan untuk mempelajari efek dari kondisi iklim yang berbeda pada tanaman. Karena, teras yang lebih rendah juga memiliki suhu yang lebih rendah. Teras paling bawah adalah sekitar 150 meter dalamnya dengan perbedaan suhu hingga 15 ° C antara bagian paling atas.


9. Pisac


Teras Pisacdibangun oleh suku Inca, yang masih digunakan saat ini untuk membudidayakan 16 jenis tanaman yang berbeda. Pisac adalah kata Quechua, yang berarti "ayam hutan". Tradisi Inca adalah membangun kota dalam berbagai bentuk burung dan hewan, salah satunya, adalah Pisac yang berbentuk ayam hutan.


10. Ollantaytambo


Lembah-lembah di sepanjang Ollantaytambo ditutupi oleh serangkaian teras pertanian yang dimulai di bagian bawah lembah dan sampai atas bukit-bukit di sekitarnya. Teras ini membuat lahan yang tadinya tidak dapat digunakan untuk pertanian menjadi lumbung pangan bagi masyarakat di sekitarnya.


diambil dari googeli77.com

Saturday, June 29, 2013

TEACHER 'N FRIED














































asal usul phoenix


Phoenix merupakan simbol mitologi kuno untuk keabadian dan kebangkitan. Phoenix banyak pula dipakai dalam budaya novel, misalnya pada novel Harry Potter karya J.K Rowling. Di novel tersebut, Phoenix digabmarkan dapata menghilang dengan cahaya menyilaukan, menyembuhkan luka dengan air matanya dan sebagainya.

Asal Mula Phoenix

Phoenix adalah burung legendaris yang bersal dari mitologi Yunani, Romawi dan Mesir Kuno. Konon phoenix dapat hidup selama 500 tahun lalu mati dan terlahir kembali. Phoenix memiliki bulu berwarna merah tua keemasan dan berukuran sebesar burung elang.

Tepat sebelum mati, burung Phoenix membuat sarang dari tumbuhan herbal diantantaranya kayu manis dan kemenyan. Lalu Phoenix sengaja membakar sarangnya dan mati. Namun Phoenix baru lahir dari sisa-sisa sarang yang terbakar.

Ketika Phoenix muda sudah cukup kuat, ia akan mengumpulkan abu Phoenix yang mati ke dalam semacam telur yang terbuat dari kemenyan. Lalu Phoenix muda membawa telur tersebut ke Heliopolis, kota matahari zaman Mesir Kuno dan meletakannya di altar Dewa Matahari (Dewa Ra).

Phoenix diasosiasikan dengan kehidupan abadi dan reinkarnasi pada zaman Mesir Kuno. Bangsa Romawi Kuno menggunakan Phoenix dalam koinnya untung melambangkan Kota Roma.


 Phoenix merupakan burung imajiner berukuran sebesar bangau. Bentuk fisik burung ini mungkin dipengaruhi oleh bangau. Arkeologis menemukan bahwa bangau berukuran sangat besar hidup di sekitar Teluk Persia pada 5.000 tahun lalu. Ada spekulasi bahwa mungkin burung ini terlihat oleh pengembara Mesir Kuno lalu tersebar isu bahwa burung bangau yang sangat bersar terlihat sekali dalam 500 tahun di Mesir.

Phoenix memiliki dua bulu panjang di bagian puncak kepalanya dan sering digambarkan bermahkota Osiris. Dalam mitologi Mesir Kuno, Phoenix disebut juga Bennu. Bennu diperkirakan berasal dari kata "weben" yang berarti "bangkit" atau "bersinar". Phoenix dianggap mewakili jiwa Dewa Matahari, yaitu Dewa Ra. Pada periode akhir Mesir Kuno, hieroglip Phoenix digunakan untuk melambangkan dewa. Phoenix juga melambangkan kebangkitan Osiris.

Phoenix Dalam Mitologi Mesir

Menurut bangsa Mesir, Phoenix merupakan burung mitos yang berukuran sebesar elang dengan bulu keemasan dan suara yang melodius. Konon phoenix membuat sarangnya di dekat sumur dan muncul setiap subuh untuk menyanyikan melodi yang sangat indah sehingga Dewa Matahari pun menyimaknya.

Hanya ada satu Phoenix yang hidup dalam 500 tahun. Jika akan mendekati ajalnya, Phoenix akan membuat sarang dari cabang-cabang tumbuhan herbal lalu membakar dirinya bersama sarangnya. Setelah tiga hari, Phoenix baru muncul dari abu sisa-sisa sarang yang terbakar. Konon, Phoenix baru tersebut muncul dari tengah-tengah api. Phoenix muda kemudian mengumpulkan abu Phoenix pendahulunya dalam sebuah telur dan membawanya ke Heliopolis untuk diletakan di altar Dewa Matahari.

Phoenix melambangkan kematian dan kelahiran matahari. Phoenix dideskripsikan menyerupai burung bangau atau burung elang. Makanan dan minuman Phoenix adalah embun. Phoenix tidak membunuh hewan apapun dan tidak merusak apapun yang disentuhnya. Bangsa Mesir Kuno menganggap burung ini sebagai raja burung, Julukan lain adalah burung matahari, burung Assyria, burung Mesir, dan burung Sungai Gangga.

Catatan mengenai Phoenix kali pertama dibuat oleh Hesiod pada abad ke-8 SM. Namun catatan yang lebih mendetail ditulis oleh Herodotus dari Halicanassus, yaitu seorang sejarahwan Yunani Kuno termasyhur pada abad ke-5 SM.

Phoenix Dalam Mitologi Cina

Phoenix dalam Mitologi Cina merupakan simbol kebajikan dan rahmat, serta kekuatan dan kemakmuran. Phoenix melambangkan keseimbangan yin dan yang. Menurut bangsa Cina Phoenix merupakan burung yang lemah lembut, ia turun dengan sangat hati-hati sehingga tidak merusak apapun yang dipijak dan disentuhnya. Phoenix dianggap kekuatan yang dikirim dari surga yang ditujukan untuk kaisar.

Jika Phoenix yang digunakan untuk dekorasi rumah, maka melambangkan kesetiaan dan kejujuran penghuni rumah terseut. Perhiasan dengan motif Phoenix melambangkan pemakainya yang menjunjung moral tinggi. Jadi simbol Phoenix hanya bisa dipakai oleh seseorang penting.

Menurut bangsa Cina Phoenix digambarkan memiliki paruh seperti ayam, wajah seperti burung walet, leher seperti ular, dada seperti angsa, punggung seperti kura-kura dan ekor seperti ikan.

Phoenix dalam mitologi cina disebut juga Feng Huang. Penggambaran Feng Huang yang paling umum adalah ia sedang menyerang ular dengan cakar dan sayapnya mengembang. Sesungguhnya, gambaran Phoenix munculdi Cina selama 7000 tahun. Biasanya gambar Phoenix muncul pada giok dan merupakan simbol keberuntungan. Meskipun pada masa Dinasti Han, Phoenix jantan dan betina yang saling berhadapan digunakan untuk simbol yang mewakili arah selatan.

Phoenix dalam versi Cina memiliki bulu hitam, putih, merah, hijau dan kuning yang konon menggambarkan kebajikan dan kesetiaan penganut Confucius. Simbol Phoenix biasa diletakan pada buku-buku tebal dan kuburan.

Phenix dalam Mitologi Jepang

Phoenix versi Jepang disebut juga Ho-Oo. Ho adalah Phoenix jantan dan Oo adalah Phoenix betina. Phoenix pertama kali diperkenalkan pada periode Asuka (sekitar pertengahan abad ke-6 hingga pertengahan abad ke-7). Gambaran Ho-Oo menyerupai Feng-Huang, yaitu Phoenix versi Cina.

Ho-Oo sering digambarkan bersarang di pohon paulownia dan diperkirakan hanya muncul saat penguasa yang berbudi luhur lahir dan saat pergantian era, yaitu ketika Phoenix turun dari surga untuk melakukan perbuatan baik pada manusia. Dalam cerita lainnya, Ho-Oo muncul hanya pada masa yang penuh perdamaian dan kemakmuran, yang sangat jarang terjadi.

Ho-Oo digunakan sebagai simbol keluarga bangsawan, terutama keluarga kaisar. Ho-Oo mewakili matahari, keadilan, kesetiaan, dan kepatuhan. 


di ambil dr kaskus.co.id

ASAL USUL NINJA

Ninja atau Shinobi (忍者 atau 忍び) (dalam bahasa Jepang, secara harfiah berarti "Seseorang yang bergerak secara rahasia") adalah seorang mata - mata zaman feodal di Jepang yang terlatih dalam seni ninjutsu (secara kasarnya "seni pergerakan sunyi") Ninja, seperti samurai, mematuhi peraturan khas/ Clan mereka sendiri, yang disebut ninpo. Menurut sebagian pengamat ninjutsu, keahlian seorang ninja bukanlah pembunuhan tetapi penyusupan. Ninja berasal dari bahasa Jepang yang berbunyi nin yang artinya menyusup. Jadi, keahlian khusus seorang ninja adalah menyusup dengan atau tanpa suara.

Ninja biasanya segera dikaitkan dengan sosok yng terampil beladiri, ahli menyusup dan serba misterius seperti yang tampak di dalam
film atau manga (komik Jepang). Kata ninja terbentuk dari dua kata yaitu nin (忍?)sha (者?) yang masing-masing artinya adalah "tersembunyi" dan "orang". Jadi ninja adalah dan mata-mata profesional pada zaman feudal jepang. Sejarah ninja juga sangat sulit dilacak. Info mengenai keberadaan mereka tersimpan rapat-rapat dalam dokumen-dokumen rahasia.
Ninja juga bisa diartikan sebagai nama yang diberikan kepada seseorang yang menguasai dan mendalami seni bela diri ninjutsu. Nin artinya pertahanan dan jutsu adalah seni atau cara. Kata ninja juga diambil dari kata ninpo. Po artinya adalah falsafah hidup atau dengan kata lain ninpo adalah falsafah tertinggi dari ilmu beladiri ninjutsu yang menjadi dasar kehidupan seorang ninja. Jadi ninja akan selalu waspada dan terintregasi pada prinsip ninpo.

Ninja adalah mata-mata profesional di zaman ketika para samurai masih memegang kekuasaan tertinggi di pemerintahan Jepang pada abad ke-12. Pada abad ke-14 pertarungan memperebutkan kekuasaan semakin memanas, informasi tentang aktivitas dan kekuatan lawan menjadi penting, dan para ninja pun semakin aktif. Para ninja dipanggil oleh
daimyo untuk mengumpulkan informasi, merusak dan menghancurkan gudang persenjataan ataupun gudang makanan, serta untuk memimpin pasukan penyerbuan di malam hari. Karena itu ninja memperoleh latiham khusus. Ninja tetap aktif sampai Zaman Edo (1600-1868), dimana akhirnya kekuasaan dibenahi oleh pemerintah di Zaman Edo.
 Dataran Iga, yang dilingkupi pegunungan terpencil, memiliki desa-desa yang khusus melatih ninja.Kemunculan ninja pada tahun 522 berhubungan erat dengan masuknya seni nonuse ke Jepang. Seni nonuse inilah yang membuka jalan bagi lahirnya ninja.
Seni nonuse atau yang biasa disebut seni bertindak diam-diam adalah suatu praktik keagamaan yang dilakukan oleh para pendeta yang pada saat itu bertugas memberikan info kepada orang-orang di pemerintahan. Sekitar tahun 645, pendeta-pendeta tersebut menyempurnakan kemampuan bela diri dan mulai menggunakan pengetahuan mereka tentang nonuse untuk melindungi diri dari intimidasi pemerintah pusat.
Pada tahun 794-1192, kehidupan masyarakat Jepang mulai berkembang dan melahirkan kelas-kelas baru berdasarkan kekayaan. Keluarga kelas ini saling bertarung satu sama lain dalam usahanya menggulingkan kekaisaran. Kebutuhan keluarga akan pembunuh dan mata-mata semakin meningkat untuk memperebutkan kekuasaan. Karena itu permintaan akan para praktisi nonuse semakin meningkat. Inilah awal kelahiran ninja. Pada abad ke-16 ninja sudah dikenal dan eksis sebagai suatu keluarga atau klan di kota Iga atau Koga. Ninja pada saat itu merupakan profesi yang berhubungan erat dengan intelijen tingkat tinggi dalam pemerintah feodal para raja di jepang. Berdasarkan hal itu, masing-masing klan memiliki tradisi mengajarkan ilmu beladiri secara rahasia dalam keluarganya saja. Ilmu beladiri yang kemudian dikenal dengan nama ninjutsu. Dalah ilmu yang diwariskan dari leluhur mereka dan atas hasil penyempurnaan seni berperang selama puluhan generasi. Menurut para ahli sejarah hal itu telah berlangsung selama lebih dari 4 abad. Ilmu itu meliputi filsafat FUDOSHIN, spionase, taktik perang komando, tenaga dalam, tenaga supranatural, dan berbagai jenis bela diri lain yang tumbuh dan berkembang menurut zaman.
Namun ada sebuah catatan sejarah yang mengatakan bahwa sekitar abad ke-9 terjadi eksodus dari Cina ke Jepang. Hal ini terjadi karena runtuhnya dinasti Tang dan adanya pergolakan politik. Sehingga banyak pengungsi yang mencari perlindungan ke jepang.sebagian dari mereka adalah jendral besar, prajurit dan biksu. Mereka menetap di provinsi Iga, di tengah pulau Honshu. Jendral tersebut antara lain Cho Gyokko, Ikai Cho Busho membawa pengetahuan mereka dan membaur dengan kebudayaan setempat. Strategi militer, filsafat kepercayaan, konsep kebudayaan, ilmu pengobatan tradisional, dan falsafah tradisional. Semuanya menyatu dengan kebiasaan setempat yang akhirnya membentuk ilmu yang bernama ninjutsu.

di ambil dari 
 http://phoenixryuindonesia.blogspot.com

Monday, December 31, 2012

pantun akhir tahun 2012 Yoan

kota gurindam negeri pantun
banyak dijual kue belebat
sebentar lagi berganti tahun
apa yang dapat kita perbuat?

kota gurindam negeri pantun
tempat yang indah tepian dermaga
sebentar lagi berganti tahun
walikotapun berganti juga

kota gurindam negeri pantun
ramai orang datang menderu
sebentar lagi berganti tahun
mari bangun pemikiran baru

kota gurindam negeri pantun
ragam event silih berganti
sebentar lagi berganti tahun
pacar yang lama jangan diganti

kota gurindam negeri pantun
banyak hutan habis dijarah
sebentar lagi berganti tahun
sadarkan diri umur bertambah

kota gurindam negeri pantun
kampus UMRAH tak pindah-pindah
sebentar lagi berganti tahun
tingkatkan amal serta ibadah

kota gurindam negeri pantun
negeri pesisir jadi idaman
sebentar lagi berganti tahun
mari percepat gapai impian

kota gurindam negeri pantun
mari datang bersama-sama
sebentar lagi berganti tahun
mari tinggalkan tabiat yang lama

kota gurindam negeri pantun
tanah dan hutan habis dikeruk
sebentar lagi berganti tahun
buang yang jauh sifat yang buruk

kota gurindam negeri pantun
banyak pejabat jadi buaye
sebentar lagi berganti tahun
buat acare undanglah saye

kota gurindam negeri pantun
kiblat sastra tanah melayu
sebentar lagi berganti tahun
semoga sahabat sukses selalu

kota gurindam negeri pantun
mati lampu pasang pelita
sebentar lagi berganti tahun
semoga Tuhan merahmati kita


keliling negri jualan katun
belilah kain berbaju jubah
jika nanti berganti tahun
yg belum kawin cepat menikah

keliling negri jualan katun
untuk jubah d potong harga
jika nanti berganti tahun
hendak menikah undanglah saya


 tanjungpinang kota yang indah
tempat wisata laut bahari
2012 habislah kisah
sesaat lagi tahun berganti

tanjungpinang kota yang indah
tapi sayang hujan tak henti
2012 habislah kisah
hidup bermulai di Januari lagi

tanjungpinang kota yang indah
ramai orang antrian bensin
2012 habislah kisah
hutang tersisa cepat dilunasin

tanjungpinang kota yang indah
batik gonggong jadi andalan
2012 habislah kisah
semoga tetap diberikan kesehatan

tanjungpinang kota yang indah
untung nasib kiamat tak jadi
2012 habislah kisah
siapa yang janda kawinlah lagi

tanjungpinang kota yang indah
listrik mati silih berganti
2012 habislah kisah
untuk yang duda carilah pengganti

tanjungpinang kota yang indah
sayang hutan habis disamun
2012 habislah kisah
siapkan diri jangan melamun

tanjungpinang kota yang indah
ramai pejabat yang masih korupsi
2012 habislah kisah
saatnya untuk introspeksi diri


Monday, December 3, 2012

daftar situs download film bioskop dan anime

1. http://penceters.mywapblog.com

2. http://eboot18movie.blogspot.com

3. www.sinema-21.com
4. http://gudangfilmeyncom.blogspot.com/

5. http://fgmd.blogspot.com/

6. http://mooviezworld.blogspot.com
7. http://www.duasatu.com

8. http://www.downloadfilem.com/


9. http://www.thehack3r.com/

10. http://www.divxcrawler.org/

11. http://www.ganool.com/

12. http://www.galasinema.com/

13. http://cinemabigmovies.blogspot.com/

14. http://cinemabebas.blogspot.com/

15. http://www.nurcellmovies.info/

16. http://www.trailervideo.org/

17. http://21plusplus.blogspot.com/

18. http://www.sinema-21.com/

19. http://www.letshared.com/

20. http://ngentube.blogspot.com/

21. http://ngentube.blogspot.com/

22. http://fr88movies.blogspot.com/

23 http://doramax264.com/

24. http://www.cyberload.us/


ANIME

http://www.grogol.us/

http://animeshine.ucoz.ru/

http://www.anime-den.cu.cc/

http://animecave.cu.cc/

Monday, November 26, 2012

Sekilas Perjalanan hidup Jokowi














Sejarah Perjalanan hidup Jokowi atau Joko Widodo 

 Asal mula nama "Jokowi"
 Saya terlahir dengan nama asli Joko Widodo. Tetapi ketika masih aktif menangani bisnis mebel dan punya buyer asal Prancis, Michl Romaknan, ia mengaku bingung. Pasalnya Michl yang membeli mebel dari Jepara, Semarang, dan Surabaya selalu bertemu orang bernama Joko. Eh, begitu di Solo, bertemu saya yang juga disapa Joko. Untuk membedakan dengan Joko-Joko yang lain, ia menyapa saya dengan nama Jokowi. Saya tidak keberatan dengan sapaan itu, malah senang. Seperti ada personal brand tersendiri. Apalagi nama itu terdengar seperti nama petenis dunia, Djokovic. Ha ha ha…Sejak 1991 nama Jokowi saya pakai. Nama yang tertera di kartu nama saya, ya, Jokowi. Bahkan sampai menjadi walikota pun nama saya tetap Jokowi. Penggantian nama itu tanpa membuat tumpengan, lho. Ha ha ha…

 Masa Kecil Jokowi
Sebenarnya menjadi walikota bukanlah cita-cita masa kecil saya. Waktu kecil saya justru bercita-cita jadi tukang kayu. Bagaimana tidak, saya memang tumbuh di lingkungan tukang kayu. Bapak saya, Noto Mihardjo, seorang penjual kayu dan bambu di bantaran kali Karanganyar, Solo. Jangan membayangkan Bapak saya itu pengusaha kayu besar, ya. Kecil saja usahanya karena cuma penjual kayu gergajian. Jadi bisa dibayangkan tho , saya bukan berasal dari keluarga kaya.

Saya berasal dari keluarga kelas bawah, bahkan bawah sekali. Tumbuh di Bantaran Kali Sebagai keluarga penjual kayu, saya tumbuh menjadi anak yang terbiasa hidup sulit. Kadang sulit makan, mbayar sekolah juga kerap kesulitan biaya. Sayang, rumah masa kecil saya kini sudah digusur, jadi tidak bisa dilihat untuk mengenang seperti apa kehidupan saya dulu. Dan seperti anak kecil pada umumnya, saya juga suka sekali main. Tetapi saya tidak tergolong anak yang nakal. Nglidhig (bandel, Red. ) iya, tapi nakal tidak. Dulu, saya suka mandi di sungai di belakang rumah. Cari telur bebek di dekat-dekat sungai. Kalau enggak dapat, ya, cari terus sampai dapat. Memancing ikan, main layang-layang, main sepak bola, ya, di sepanjang sungai. Dulu sungainya masih lebar, beda dengan sekarang yang sudah banyak dibangun rumah.

Masa Sekolah Jokowi
Oh ya, saya lahir di Solo 21 Juni 1961 sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Tiga adik saya perempuan. Karena saya paling besar, saya sering membantu Ibu, Sujiatmi, mengasuh adik-adik. Kadang mengantar mereka sekolah. Kalau mereka ada masalah dengan pekerjaan rumah, saya juga membantu mereka. Bahkan ketika adik-adik beranjak besar, saat ada masalah dengan pacarnya, saya turut membantu memecahkan masalahnya.

Yang pantas saya kenang dan banggakan adalah, nilai sekolah saya selalu bagus. Kalau enggak juara satu, ya, juara umum lah. Padahal belajar saja saya tidak pernah, lho. Masa SMP hingga SMA saya lalui tanpa hal yang istimewa. Di luar jam sekolah saya membantu orangtua, misalnya menagih pembayaran kepada pelanggan yang membeli kayu atau menaikkan kayu yang sudah dibeli orang ke atas gerobak atau becak.


Masa Remaja Jokowi
Selepas SMA saya meneruskan kuliah ke Jurusan Teknologi Kayu, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1985. Saya bisa kuliah atas kebaikan keluarga besar Bapak dan Ibu yang mampu membiayai kuliah. Bahkan Kakek juga ikut membantu dengan menjual sapinya. Intinya, banyak orang membantu saya. Selama kuliah, saya kos di Yogyakarta. Seminggu atau sebulan sekali pulang ke Solo naik bus. Rumah kosnya cari yang murah, karena itu sempat pindah sampai lima kali.

Nah, sejak tingkat satu saya sudah mulai pacaran dengan gadis cantik nan sederhana yang bernama Iriana. Dia teman adik saya yang sering bermain ke rumah, jadi kami sering bertemu. Sejak kenal Iriana, saya tak pernah pindah ke lain hati sampai akhirnya kami menikah pada 24 Desember 1986.


Masa Meniti Karir Bisnis
Setelah selesai kuliah pada 1985, saya lalu bekerja di sebuah BUMN di Aceh selama 1,5 tahun. Kemudian saya menikahi Iriana. Kini kami dikaruniai tiga buah hati, Gibran Rakabumi (25), Kahiyang Ayu (21), dan Kaesang Pangarep (17).

Jadi Eksportir Saya memutuskan berhenti kerja dari BUMN dan pulang ke Solo untuk merintis bisnis mebel dengan modal minus. Artinya, saya harus pinjam uang ke bank. Agunannya, sertifikat tanah milik orangtua. Risiko yang harus saya tanggung, jika tidak bisa mengembalikan uang berarti tanah melayang. Tetapi sejak dulu saya orangnya optimis, karena untuk memulai satu pekerjaan modalnya hanya itu. Selain optimis, saya juga menyertainya dengan kerja keras.

Sembilan tahun lamanya saya kerja dari pagi hingga pagi lagi karena merasa tak punya apa-apa. Saya rasa, sebagian besar orang Solo tahu tempat usaha saya dulu seperti apa. Dimulai dari sewa tempat yang terbuat dari gedheg (anyaman bambu, Red. ) kecil. Waktu itu saya baru mampu mempekerjakan tiga tenaga, sehingga mulai dari masah kayu hingga membuat konstruksi dan nyemprot mebel, saya lakukan sendiri. Sampai kini pun, misalnya, saya disuruh membuat mebel dengan mesin yang amat sederhana hingga mesin modern, ya, masih bisa. Urusan marketing pun saya lakukan sendiri. Saya kerja melebihi jam kerja orang lain. Kalau enggak percaya, tanya saja istri saya. Kadang saya sampai tidur di pabrik untuk menyelesaikan pekerjaan. Ini saya lakukan selama sembilan tahun! Buat saya, kesempatannya hanya itu. Kalau tidak saya pergunakan dengan baik, habislah saya. Oh, ya, saat itu saya baru punya satu anak. Karena sering tidur di pabrik, saya jadi jarang membimbing anak belajar atau membantu mengerjakan PR-nya. Tetapi antar-jemput anak ke sekolah masih bisa saya lakukan. Selama itu pula istri menemani saya jatuh bangun merintis bisnis. Dulu, rambutnya sering kotor terkena serbuk gergaji kayu karena dia juga sering menemani saya hingga malam hari di pabrik. Mebel paling awal yang saya buat adalah bedroom set . Dulu jualannya hanya di Solo saja.

Setelah tiga tahun berjalan, saya sudah mulai bisa mengekspor. Perjuangan saya menjadi eksportir dimulai dari menjadi anak angkat Perum Gas Negara. Saya mengenal Perum Gas Negara melalui Desperindag. Saat itu saya diikutkan dalam kualifikasi sehingga bisa mendapatkan “bapak angkat”. Begitulah Tuhan memberi jalan. Awalnya oleh Perum Gas Negara saya dipinjami deposito untuk modal pinjam uang ke bank. Semula saya hanya akan dipinjami Rp 50 juta. Saya bilang, “Maaf, saya ingin bikin ‘nasi’. Kalau cuma dipinjami Rp 50 juta, ‘bubur’ saja tidak akan jadi. Saya tidak mau.” Setelah itu saya tunjukkan rencana kerja saya kepada mereka. Akhirnya mereka percaya dan mau meminjami lebih.

Saat itu tahun 1996, saya berhasil meminjam uang yang kalau sekarang nilainya sekitar Rp 600 juta. Saya diberi target, setelah dua tahun saya harus bisa ekspor. Ternyata baru enam bulan saya sudah mampu mengekspor. Utang pun mampu saya lunasi dalam waktu tiga tahun. Malah tahun berikutnya saya dapat pinjaman lebih besar lagi. Pertama kali menjadi eksportir, tiga bulan saya baru kirim satu kontainer, ha ha ha… Setelah rajin ikut pameran, dalam satu bulan sudah ada permintaan 18 kontainer. Awalnya saya ikut pameran di Jakarta, lalu ke Singapura dan akhirnya ke Eropa, Amerika Eropa Timur, dan Timur Tengah. Rasanya semua benua sudah saya datangi. Pokoknya kalau ada pasar baru, sudah dipastikan saya bisa masuk. Hasilnya, hampir semua negara jadi tujuan ekspor usaha mebel saya. Setelah sampai di skala itu pun saya masih tetap terjun langsung ke lapangan. Saya punya prinsip, selalu menerima order yang masuk. Kalau tak mampu saya tangani, akan saya ‘lempar’ ke teman-teman, tapi tetap saya yang pegang kontrol. Keputusan-keputusan seperti ini memang harus dihitung matang dengan detail plus-minus risikonya. Tak bisa diputuskan di belakang meja, karena bisa keliru.


Menjadi Wali Kota Solo
Nah, sejak saya jadi walikota, bisnis mebel kemudian ditangani adik saya, sebab ketiga anak saya belum ada yang tertarik ke dunia mebel. Si sulung Gibran yang saya sekolahkan di bidang marketing di Singapura dan Australia justru tertarik ke bisnis katering. Walau sedikit kecewa, tapi saya bangga dia berhasi dengan usaha pilihannya. Calon Walikota Di kalangan tukang kayu, nama saya memang dikenal. Tetapi ketika mencalonkan diri sebagai calon walikota, tak ada yang mengenal siapa Jokowi. Jujur, keinginan mencalonkan diri ini tidak datang dari diri pribadi, tapi didorong-dorong teman-teman di Asmindo (Jokowi adalah Ketua Asmindo periode 2002-2005, yang anggotanya para pebisnis kayu dan mebel, Red. ). Merekalah yang meminta saya terjun ke dunia politik. Jadi ketika kemudian benar-benar jadi walikota, bagi saya itu ‘kecelakaan’ karena tidak ada persiapan sama sekali, ha ha ha… Kendati demikian, sebelum akhirnya nyalon saya membuat kalkulasi yang matang. Peta lapangannya saya hitung dan kuasai. Untuk apa nyalon walikota kalau untuk kalah? Saya akhirnya bersedia maju, ya, untuk menang. Hasil kalkulasi saya, kesempatan menang ketika itu 50 persen. Semisal bila hasilnya 30 persen, saya tidak akan mau maju. Saya merasa optimis karena saat itu calon lain banyak-banyakan pasang gambar billboard , sementara saya memilih door to door .

Saya dan Pak Rudy (FX Hadi Rudyatmo, Wakil Walikota Solo sekarang, Red. ) mendatangi sendiri warga dari RT ke RT. Hampir setiap hari seperti itu. Yang kira-kira termasuk ‘pasar’ saya, saya masuki. Saya sodorkan visi-misi saya menjadi walikota. Ketika bertemu warga, saya ajak mereka bicara. Dari sini saya tahu apakah orang itu mendukung saya atau tidak. Kepada warga pula, ketika itu saya menawarkan tiga hal. Yakni soal perbaikan kesehatan, pendidikan, dan penataan kota. Saya memang merasa penataan Kota Solo semrawut, tidak rapi dan tertata. Kawasan kumuh ada di semua titik. Pedagang kaki lima bertebaran di mana-mana sehingga pasar tradisional melimpah ke jalan. Becek, bau dan kotor.


 Hobi Mendengarkan Musik Rock
Karier Jokowi sebagai pejabat publik semakin bersinar di masa jabatannya yang kedua (2010-2015). Konsekuensinya, ia semakin sibuk sehingga tak bisa lagi ‘menghilang’ dari Solo selama akhir pekan, sebagaimana dulu rutin ia lakukan. Beruntung, Jokowi punya cara jitu untuk refreshing , yakni nonton konser musik cadas kesukaannya. Ia juga masih berharap bisa ‘ngilang’ setelah tidak menjabat walikota. Mungkinkah itu bisa dilakukan, mengingat banyak pihak menginginkan ia menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta? Izinkan saya mengulang sedikit kisah masa remaja saya. Seperti remaja lainnya, saya juga memiliki hobi. Kebetulan hobi saya sejak duduk di SMAN 6 Solo adalah mendengarkan musik rock.

Grup-grup musik rock yang saya suka misalnya Sepultura, Led Zeplin, Deep Purple, Metallica, Palm Desert, Linkink Park, dan Lamb of God. Banyak lah. Mau nyebut 100 grup rock juga bisa, ha ha ha. Intinya grup-grup rock lama, saya suka. Hobi mendengarkan dan nonton pertunjukan musik itu terus berlanjut hingga saya duduk di Fakultas Kehutanan, bahkan sampai sekarang. Bedanya, bila zaman SMA atau kuliah saya hanya bisa memburu nonton konser musik rock di Jogja dan Solo, sekarang saya bisa mengejar nonton sampai ke Jakarta atau Singapura. Hitung-hitung refreshing lah. Masak ngurusi pekerjaan terus, kan, pusing. Kalau bisa pun, saya ingin mengundang grup musik rock ke Solo. Saya ingin nonton pertunjukan mereka bersama masyarakat Solo. Begitu kesengsemnya pada musik rock, dulu saya juga pernah ikut-ikutan memanjangkan rambut hingga sepunggung. Biar keren seperti para pemusik idola saya. Foto masa muda saya yang berambut gondrong juga masih saya simpan. Tapi maaf, ya, saya tidak mau mempublikasikannya kendati sudah banyak media yang meminta. Malu, ah! Sekarang kalau ingat masa-masa gondrong itu, saya suka jadi malu sendiri. Anak sulung saya sempat ikut-ikutan gondrong seperti saya di masa muda. Anehnya, saat melihat dia gondrong, saya kok, jadi jijik, ya, ha ha ha.

Bila ada yang bertanya kenapa saya suka musik rock, ini jawabannya. Musik rock atau musik metal itu memberi semangat. Yang namanya pemimpin, ya, harus seperti itu. Harus berani mendobrak, memberi semangat kepada rakyatnya. Jangan sampai pemimpin lagunya mellow . Bukan berarti saya tidak suka musik klenengan dan keroncong, lho. Saya juga suka. Nyatanya saya sekarang terpilih jadi Pembina Hamkri (Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia) Solo. Tapi koleksi musik saya yang terbanyak, ya, musik rock. Nah, lalu bagaimana gaya pacaran saya dengan ibunya anak-anak? Wah, ya, tidak bisa pacaran ke mana-mana. Paling banter makan bakso yang murah-murah saja. Hidup kami dulu, kan, serba sederhana.


  Diplomasi Makan Siang
 Diplomasi Makan Siang Di awal masa jabatan saya yang pertama, masyarakat Solo belum percaya kepada saya. Maklum, sosok saya baru saja mereka kenal. Karena itu saya seringkali saya mengumpulkan masyarakat untuk berdialog guna mendengarkan aspirasi mereka. Untuk dialog semacam itu, saya lebih suka datang sendiri dan tidak mewakilkan staf. Kalau diwakilkan lalu, misalnya, staf saya bermental ABS (asal bapak senang), kan, repot. Bisa keliru ambil keputusan. Awalnya, dialog selalu berjalan alot. Isinya orang marah-marah dan mencaci. Kalau dimasukkan hati, ya, sakit dan membuat pusing. Jadi saya dengarkan dan catat saja apa kemauan mereka. Saya juga punya cara tersendiri untuk berdialog dan menjalin kepercayaan dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang akan saya relokasi ke tempat yang lebih baik dan nguwongake (memanusiakan, Red. ) mereka.

Itu semua demi melaksanakan janji saya dalam melakukan penataan kota. Awalnya, mereka saya undang makan siang di rumah dinas saya. Tidak mudah meyakinkan para PKL tentang program penataan kota. Hari ini diajak makan siang, besoknya malah timbul kecurigaan. Spanduk berisi caci-maki bermunculan di depan rumah. Ada yang bertuliskan “Pertahankan sampai titik darah penghabisan!” dan disertai bambu runcing. Saya tidak ambil hati. Malahan saya ajak mereka makan siang lagi. Saya mengerti kekhawatiran mereka yang di masa lalu sering dibohongi pemimpinnya. Mereka takut setelah digusur, tempat lama akan saya jadikan mal. Diplomasi makan siang itu terus saya lakukan hingga jamuan makan yang ke-54, saya melihat sudah saatnya mengatakan bahwa mereka, ratusan pedagang klithikan di Banjarsari itu, akan saya relokasi ke tempat yang baru. Ternyata tidak ada yang membantah. Kenapa saya memakai ‘diplomasi’ makan siang? Setiap kepala daerah di mana pun, kan, punya anggaran untuk menjamu tamu di APBD-nya. Nah, menurut saya yang namanya tamu kepala daerah itu bukan cuma pejabat tinggi. Pedagang kaki lima atau pedagang pasar juga tamu saya, jadi mereka berhak saya jamu makan siang.

Kini apabila saya hendak memindahkan pedagang kaki lima atau pedagang pasar, cukup 3-4 kali makan siang sambil berdialog, semuanya beres. Saya memang tidak mau ada penggusuran dengan tindak kekerasan atau pemukulan seperti di kota lain. Karena itulah, waktu itu saya justru menempatkan kepala satpol perempuan. Kenapa tidak? Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa jadi komandannya satpol. Meskipun posisi itu baru saja saya ganti laki-laki, he he he. Terhitung ada 23 lokasi PKL yang saya pindahkan ke tempat yang lebih baik. Jujur, saya tidak bisa memenuhi semua keinginan mereka. Misalnya mereka minta pelebaran jalan 9 meter, saya hanya bisa memberi 6 meter. Yang penting ada komunikasi. Agar PKL tidak kehilangan pembeli di tempat yang baru, saya memakai cara unik. Di hari pindahan, saya siapkan 54 truk khusus. Mereka dikirab dengan baju keraton ke pasar yang baru. Ini sebagai cara promosi agar orang tahu ada pasar baru yang buka. Yang terpenting, saya ingin ngowongake mereka. Mengangkat mereka ke level yang lebih baik dengan status yang lebih legal. Ini, kan, dari informal menjadi formal, tho ?

Kini sudah 17 pasar tradisional yang dibangun kembali. Masyarakat itu hanya perlu diajak berkomunikasi. Menurut saya, pemimpin daerah harus mau nungging . Mendengarkan suara akar rumput, mendengarkan penderitaan masyarakatnya. Keluhan masyarakat itu harus dimengerti agar mereka tahu posisi kita ada di mana. Saya pun sadar betul, membangun kepercayaan memang butuh proses. Ini dilihat antara kata dan perbuatan, jangan cuma ngomong doang. Selama tujuh tahun memimpin Solo, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pidato. Saya diberi posisi sebagai walikota untuk bekerja, bukan pidato.

Walikota Teladan (Berkat gaya kepemimpinannya yang aspiratif, Jokowi menang telak atas rivalnya Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi pada Pemilukada 2010. Ia pun kembali menjabat sebagai Walikota Solo periode 2010-2015. Sepanjang perbincangan dengan NOVA, Jokowi memperlihatkan slide suasana Kota Solo sebelum dan sesudah ditata olehnya. Bagaimana dulu pedagang pasar tradisional tumpah hingga ke jalan raya. Di bawah komandonya, titik kota yang dulu kumuh itu berhasil dirapikan dan dibangun pasar yang bersih dan tertata. Pedagang harus berjualan di dalam pasar tanpa dipungut bayaran, kecuali retribusi Rp 2.500 per hari. Jokowi juga memperlihatkan kondisi ruangan pelayanan KTP dan ruang tamu di kantornya yang semula “berantakan”, padahal ia harus mendatangkan investor ke kotanya. Ruang tamu untuk para investor dan pelayanan KTP itu lantas ia “sulap” menjadi serupa lobby sebuah bank, ada layar sentuh yang berisi prosedur dan tata-cara berinvestasi. PNS yang melayani para investor ia beri seragam jas biru, bukan busana PNS warna cokelat kakhi. Pelayanan KTP pun dipermudah dan dipercepat.



Menjadi Wali Kota Teladan
Selama lima tahun kepemimpinannya Jokowi memenuhi janjinya, bukan saja menata kota tetapi juga memutus mata rantai kemiskinan dengan meluncurkan dana untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Termasuk program perbaikan gizi anak serta menekan angka kematian ibu dan anak pasca persalinan.

Inovasi itulah yang akhirnya membuahkan penghargaan sebagai Walikota Teladan dari Mendagri pada April 2011) Saya sadar, anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu saya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu agar bisa terus sekolah. Menurut saya, satu-satunya yang bisa memutus tali kemiskinan adalah pendidikan. Karena itu saya kemudian menawarkan solusi membuat kartu Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) dari jenjang SD hingga SMA. Untuk anak yang memperoleh kartu Platinum, ia akan memperoleh seragam, buku, beasiswa dan sepatu gratis. Sementara pemegang kartu Gold bisa membayar sekolah setengahnya saja. Sementara ini memang hanya berlaku untuk sekolah tertentu karena anggarannya belum cukup, masih diotak-atik. Ada juga pemegang kartu Silver untuk siswa dari keluarga mampu yang bersekolah di Kota Solo pada jenjang SD/MI Negeri serta SMP/MTs Negeri dan jenjang SDLB, SMPLB Negeri dan SMALB Swasta.

Saya juga mengeluarkan kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). Kartu ini bisa dipakai untuk berobat gratis di 12 rumah sakit dan 17 Puskesmas, termasuk untuk terapi kanker seperti kemoterapi dan cuci darah. Jenisnya sama, Silver dan Gold. Silver untuk yang miskin “ragu-ragu” atau tidak jelas kemiskinannya, Gold untuk masyarakat yang sudah jelas miskin. Kartu PKMS sudah sekitar 4 tahun lalu diluncurkan, sementara kartu BPMKS baru dua tahun ini. Dua jenis kartu ini hanya ada di Solo. Biayanya saya ambilkan dari APBD. Asal tahu saja, ya, dulu untuk jaminan kesehatan anggarannya hanya Rp 1,4 M. Setelah ada kartu, saya siapkan Rp 19 M. Dulu untuk beasiswa pendidikan hanya ada dana Rp 3,4 M. Sekarang Rp 23 M. Insya Allah cukup. Saya juga menaruh perhatian khusus pada masalah kesehatan ibu dan anak. Dulu anggaran untuk perbaikan gizi anak hanya Rp 41 juta, sekarang Rp 1,4 M. Naiknya berapa kali lipat, coba? Saya tahu anak itu masa depan kita, jadi harus digarap sejak dini, salah satunya dengan program makanan tambahan di sekolah. Semua sistem ini hanya ribet di awalnya. Setelah ketemu metodenya dan berjalan, mudah saja.

 Itulah sedikit banyak tentang perjalanan hidup joko widodo serta profile dan biodata Jokowi, semoga dapat menambah pengetahuan para pembaca semua khususnya tentang Jokowi.

Thursday, October 11, 2012

Macam-Macam Majas dan Contohnya

Macam-Macam Majas dan Contohnya – Halo teman-teman, sudah tahu belum apa itu Majas ? Kalau belum tahu mari kita bahas bersama Macam-Macam Majas dan Contohnya. Majas adalah Gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.

Macam-Macam Majas dan Contohnya :

1) Majas Metafora adalah Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh : Raja siang, kambing hitam
2) Majas Alegori adalah Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
3) Majas Personifikasi adalah Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk
4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) adalah Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk
5) Majas Antilesis adalah Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba
6) Majas Hiperbola adalah Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan
7) Majas Ironi adalah Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca
8 ) Majas Litotes adalah Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
9) Majas Sinisme adalah Majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal
10) Majas Oksimoron adalah Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis
11) Majas Metonimia adalah Majas yang memakai merek suatu barang. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
12) Majas Alusio adalah Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945
13) Majas Eufemisme adalah Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
14) Majas Elipsis adalah Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
15) Majas Inversi adalah Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia
16) Majas Pleonasme adalah Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan
17) Majas Antiklimaks adalah Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa
18) Majas Klimaks adalah Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek
19) Majas Retoris adalah Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20) Majas Aliterasi adalah Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
21) Majas Antanaklasis adalah Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
22) Majas Repetisi adalah Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
23) Majas Paralelisme adalah Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu
24) Majas Kiasmus adalah Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya
25) Majas Simbolik adalah Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain. Contoh : Dia menjadi lintah darat
26) Majas Antonomasia adalah Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya. Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo
27) Majas Tautologi adalah Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya
Nah, banyak juga ya Macam-Macam Majas. Oke semoga bermanfaat ya arikel Macam-Macam Majas dan Contohnya

Saturday, October 6, 2012

KH MUHAMMAD KHOLIL BANGKALAN

Image

Hari Selasa, 11 Jumada Al-Tsaniyah 1235 H atau 1820 M. ‘Abd Al-Latif, seorang kiai di Kampung Senenan, desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Ujung Barat Pulau Madura; merasakan kegembiraan yang teramat sangat. Karena hari itu, dari rahim istrinya lahir seorang anak laki-laki yang sehat, yang diberinya nama Muhammad Khalil.


Kiai ‘Abd. Al-Latif sangat berharap agar anaknya di kemudian hari menjadi pemimpin ummat, sebagaimana nenek moyangnya. Seusai meng-adzani telinga kanan dan meng-iqamati telinga kiri sang bayi, Kiai ‘Abdul Latif memohon kepada Allah agar Dia mengabulkan permohonannya.

K.H. Khalil berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, K.H. ‘Abd Al-Latif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah ‘Abd Al-Latif adalah Kiai Hamim, anak dari Kiai ‘Abd Al-Karim. Yang disebut terakhir ini adalah anak dari Kiai Muharram bin Kiai Asra Al-Karamah bin Kiai ‘Abd Allah b. Sayyid Sulaiman. Sayyid Sulaiman adalah cucu Sunan Gunung Jati. Maka tak salah kalau Kiai ‘Abd Al-Latif mendambakan anaknya kelak bisa mengikuti jejak Sunan Gunung Jati karena memang dia masih terhitung keturunannya.

Oleh ayahnya, ia dididik dengan sangat ketat. Kholil kecil memang menunjukkan bakat yang istimewa, kehausannya akan ilmu, terutama ilmu Fiqh dan nahwu, sangat luar biasa, bahkan ia sudah hafal dengan baik Nazham Alfiyah Ibnu Malik (seribu bait ilmu Nahwu) sejak usia muda. Untuk memenuhi harapan dan juga kehausannya mengenai ilmu Fiqh dan ilmu yang lainnya, maka orang tua Kholil mengirimnya ke berbagai pesantren untuk menimba ilmu.

Belajar ke Pesantren
Mengawali pengembaraannya, sekitar tahun 1850–an, Kholil muda berguru pada Kiai Muhammad Nur di Pesantren Langitan Tuban. Dari Langitan, Kholil nyantri di Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Dari sini Kholil pindah lagi ke Pesantren Keboncandi, Pasuruan.

Selama di Keboncandi, Kholil juga belajar kepada Kiai Nur Hasan yang masih terhitung keluarganya di Sidogiri. Jarak antara Keboncandi dan Sidogiri sekitar 7 Kilometer. Tetapi, untuk mendapatkan ilmu, Khalil rela melakoni perjalanan yang terbilang lumayan jauh itu setiap harinya. Di setiap perjalanannya dari Keboncandi ke Sidogiri, ia tak pernah lupa membaca Surah Yasin; dan ini dilakukannya hingga ia  -dalam perjalanannya itu- khatam berkali-kali.

Sebenarnya, bisa saja Kholil tinggal di Sidogiri selama nyantri kepada Kiai Nur Hasan, tetapi ada alasan yang cukup kuat bagi dia untuk tetap tinggal di Keboncandi, meskipun Kholil sebenarnya berasal dari keluarga yang dari segi perekonomiannya cukup berada. Ini bisa ditelisik dari hasil yang diperoleh ayahnya dalam bertani. Karena, Kiai ‘Abd Al-Latif, selain mengajar ngaji, ia juga dikenal sebagai petani dengan tanah yang cukup luas, dan dari hasil pertaniannya itu (padi, palawija, hasil kebun, durian, rambutan dan lain-lain), Kiai ‘Abd Al-Latif cukup mampu membiayai Kholil selama nyantri.

Akan tetapi, Khalil tetap saja menjadi orang yang mandiri dan tidak mau merepotkan orangtuanya. Karena itu, selama nyantri di Sidogiri, Khalil tinggal di Keboncandi agar bisa nyambi menjadi buruh batik. Dari hasil menjadi buruh batik inulah Khalil memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Kemandirian Khalil juga nampak ketika ia berkeinginan  untuk menimba ilmu ke Mekkah. Karena pada masa itu, belajar ke Mekkah merupakan cita-cita semua santri. Dan untuk mewujudkan impiannya kali ini, lagi-lagi Khalil tidak menyatakan niatnya kepada orangtuanya, apalagi meminta ongkos kepada kedua orangtuanya.

Kemudian, setelah Khalil memutar otak untuk mencari jalan ke luarnya, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke sebuah pesantren di Banyuwangi. Karena, pengasuh pesantren itu terkenal mempunyai kebun kelapa yang cukup luas. Dan selama nyantri di Banyuwangi ini, Khalil nyambi menjadi “buruh” pemetik kelapa pada gurunya. Untuk setiap pohonnya, dia mendapat upah 2,5 sen. Uang yang diperolehnya tersebut dia tabung. Sedangkan untuk makan, Khalil menyiasatinya dengan mengisi bak mandi, mencuci dan melakukan pekerjaan rumah lainnya, serta menjadi juru masak teman-temannya,  dari situlah Khalil bisa makan gratis.

Akhirnya, pada tahun 1859 M., saat usianya mencapai 24 tahun, Khalil memutuskan untuk pergi ke Mekkah. Tetapi sebelum berangkat, Khalil menikah dahulu dengan Nyai Asyik, anak perempuan Lodra Putih.

Setelah menikah, berangkatlah dia ke Mekkah. Dan memang benar, untuk ongkos pelayarannya bisa tertutupi dari hasil tabungannya selama nyantri di Banyuwangi, sedangkan untuk makan selama pelayaran, konon, Khalil berpuasa. Hal tersebut dilakukan Khalil bukan dalam rangka menghemat uang, akan tetapi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, agar perjalanannya selamat.

Sebagai pemuda Jawa (sebutan yang digunakan orang Arab waktu itu untuk menyebut orang Indonesia) pada umumnya, Khalil belajar pada para syekh dari berbagai mazhab yang mengajar di Masjid Al-Haram. Namun kecenderungannya untuk mengikuti Madzhab Syafi’i tak dapat di sembunyikan. Karena itu, tak heran kalau kemudian dia lebih banyak mengaji kepada para Syekh yang bermazhab Syafi’i.

Kebiasaan hidup prihatinnya pun, diteruskan ketika di Tanah Arab. Konon, selama di Mekkah, Kholil lebih banyak makan kulit buah semangka ketimbang makanan lain yang lebih layak. Realitas ini –bagi teman-temannya, cukup mengherankan. Teman seangkatan Khalil antara lain: Syekh Nawawi Al-Bantani, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani. Mereka semua tak habis pikir dengan kebiasaan dan sikap keprihatinan temannya itu.

Padahal, sepengetahuan teman-temannya, Kholil tak pernah memperoleh kiriman dari Tanah Air, tetapi Kholil dikenal pandai dalam mencari uang. Ia, misalnya, dikenal banyak menulis risalah, terutama tentang ibadah, yang kemudian dijual. Selain itu, Kholil juga memanfaatkan kepiawaiannya menulis khat (kaligrafi). Meskipun bisa mencari uang, Kholil lebih senang membiasakan diri hidup prihatin. Kebiasaan memakan kulit buah semangka kemungkinan besar dipengaruhi ajaran ngrowot (vegetarian) dari Al-Ghazali, salah seorang ulama yang dikagumi dan menjadi panutannya.

Sepulangnya dari Tanah Arab (tak ada catatan resmi mengenai tahun kepulangannya), Kholil dikenal sebagai seorang ahli Fiqih dan Tarekat. Bahkan pada akhirnya, dia-pun dikenal sebagai salah seorang Kiai yang dapat memadukan ke dua hal itu dengan serasi. Dia juga dikenal sebagai al-hafidz (hafal Al-Qur’an 30 Juz). Hingga akhirnya, Khalil dapat mendirikan sebuah pesantren di daerah Cengkubuan, sekitar 1 Kilometer Barat Laut dari desa kelahirannya.

Dari hari ke hari, banyak santri yang berdatangan dari desa-desa sekitarnya. Namun, setelah putrinya, Siti Khatimah dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kiai Muntaha; pesantren di Desa Cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya. Kiai Khalil sendiri mendirikan pesantren lagi di daerah Kademangan, hampir di pusat kota; sekitar 200 meter sebelah Barat alun-alun kota Kabupaten Bangkalan. Letak Pesantren yang baru itu, hanya selang 1 Kilometer dari  Pesantren lama dan desa kelahirannya.

Di tempat yang baru ini, Kiai Khalil juga cepat memperoleh santri lagi, bukan saja dari daerah sekitar, tetapi juga dari Tanah Seberang Pulau Jawa. Santri pertama yang datang dari Jawa tercatat bernama Hasyim Asy’ari, dari Jombang.

Di sisi lain, Kiai Khalil di samping dikenal sebagai ahli Fiqh dan ilmu Alat (nahwu dan sharaf ), ia juga dikenal sebagai orang yang “waskita,” weruh sak durunge winarah  (tahu sebelum terjadi). Malahan dalam hal yang terakhir ini, nama Kiai Khalil lebih dikenal.

Geo Sosiologi PolitikPada masa hidup Kiai Khalil, terjadi sebuah penyebaran Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah di daerah Madura. Kiai Khalil sendiri dikenal luas sebagai ahli Tarekat; meski pun tidak ada sumber yang menyebutkan kepada siapa Kiai Khalil belajar Tarekat. Tapi, menurut sumber dari Martin Van Bruinessen (1992), diyakini terdapat sebuah silsilah bahwa Kiai Khalil belajar kepada Kiai ‘Abd Al-Azim dari Bangkalan (salah satu ahli Tarekat Naqsyabandiyah Muzhariyah), tetapi, Martin masih ragu, apakah Kiai Khalil penganut Tarekat tersebut atau tidak?

Masa hidup Kiai Khalil, tidak luput dari gejolak perlawanan terhadap penjajah. Tetapi, dengan caranya sendiri Kiai Khalil melakukan perlawanan; pertama, ia melakukannya dalam bidang pendidikan. Dalam bidang ini, Kiai Khalil mempersiapkan murid-muridnya untuk menjadi pemimpin yang berilmu, berwawasan, tangguh dan mempunyai integritas, baik kepada agama maupun bangsa. Ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin umat dan bangsa yang lahir dari tangannya; salah satu di antaranya: Kiai Hasyim Asy’ari, Pendiri Pesantren Tebuireng.

Cara yang kedua, Kiai Khalil tidak melakukan perlawanan secara terbuka, melainkan ia lebih banyak berada di balik layar. Realitas ini tergambar, bahwa ia tak segan-segan untuk memberi suwuk (mengisi kekuatan batin, tenaga dalam) kepada pejuang, pun Kiai Khalil tidak keberatan pesantrennya dijadikan tempat persembunyian.

Ketika pihak penjajah mengetahuinya, Kiai Khalil ditangkap dengan harapan para pejuang menyerahkan diri. Tetapi, ditangkapnya Kiai Khalil, malah membuat pusing pihak Belanda; karena ada kejadian-kejadian yang tidak bisa mereka mengerti; seperti tidak bisa dikuncinya pintu penjara, sehingga mereka harus berjaga penuh supaya para tahanan tidak melarikan diri.

Di hari-hari selanjutnya, ribuan orang datang ingin menjenguk dan memberi makanan kepada Kiai Khalil, bahkan banyak yang meminta ikut ditahan bersamanya. Kejadian tersebut menjadikan pihak Belanda dan sekutunya merelakan Kiai Khalil untuk di bebaskan saja.

Kiprahnya Dalam Pembentukan NU
Peran Kiai Khalil dalam melahirkan NU, pada dasarnya tidak dapat diragukan lagi, hal ini didukung dari suksesnya salah satu dari muridnya, K.H. Hasyim Asy’ari, menjadi tokoh dan panutan masyarakat NU. Namun demikian, satu yang perlu digarisbawahi bahwa Kiai Khalil bukanlah tokoh sentral dari NU, karena tokoh tersebut tetap pada K.H. Hasyim sendiri.

Mengulas kembali ringkasan sejarah mengenai pembentukan NU, ini berawal pada tahun 1924, saat di Surabaya terdapat sebuah kelompok diskusi yang bernama Tashwirul Afkar (potret pemikiran), yang didirikan oleh salah seorang kiai muda yang cukup ternama pada waktu itu: Kiai Wahab Hasbullah. Kelompok ini lahir dari kepedulian para ulama terhadap gejolak dan tantangan yang di hadapi umat Islam kala itu, baik mengenai praktik-praktik keagamaan maupun dalm bidang pendidikan dan politik.

Pada perkembangannya kemudian, peserta kelompok diskusi ingin mendirikan Jam’iyah (organisasi) yang ruang lingkupnya lebih besar daripada hanya sebuah kelompok diskusi. Maka, dalam berbagai kesempatan, Kiai Wahab selalu menyosialisasikan ide untuk mendirikan Jam’iyah itu. Dan hal ini tampaknya tidak ada persoalan, sehingga diterima dengan cukup baik ke semua lapisan. Tak terkecuali dari Kiai Hasyim Asy’ari; Kiai yang paling berpengaruh pada saat itu.

Namun, Kiai Hasyim, awalnya, tidak serta-merta menerima dan merestui ide tersebut. Terbilang hari dan bulan, Kiai Hasyim melakukan shalat istikharah untuk memohon petunjuk Allah, namun petunjuk itu tak kunjung datang.

Sementara itu, Kiai Khalil, guru Kiai Hasyim, yang juga guru Kiai Wahab, diam-diam mengamati kondisi itu, dan ternyata ia langsung tanggap, dan meminta seorang santri yang masih terbilang cucunya sendiri, dipanggil untuk menghadap kepadanya.

“Saat ini, Kiai Hasyim sedang resah, antarkan dan berikan tongkat ini kepadanya.” Kata Kiai Khalil sambil menyerahkan sebuah tongkat. Baik, Kiai.” Jawab Kiai As’ad sambil menerima tongkat itu.
“Bacakanlah kepada Kiai Hasyim ayat-ayat ini: Wama tilka biyaminika ya musa, Qala hiya ‘ashaya atawakka’u ‘alaiha  wa abusyyu biha ‘ala ghanami waliya fiha ma’aribu ukhra. Qala alqiha ya musa. Faalqaha faidza hiya hayyatun tas’a. Qala Khudzha wa la takhof  sanu’iduha sirathal ula wadhumm yadaka ila janahika takhruj baidha’a min ghiri su’in ayatan ukhra linuriyaka min ayatil kubra.” Pesan Kiai Khalil.

As’ad segera pergi ke Tebuireng, ke kediaman Kiai Hasyim, dan di situlah berdiri pesantren yang diasuh oleh Kiai Hasyim. Mendengar ada utusan Kiai Khalil datang, Kiai Hasyim menduga pasti ada sesuatu, dan ternyata dugaan tersebut benar adanya.

“Kiai, saya diutus Kiai Khalil untuk mengantarkan dan menyerahkan tongkat ini kepada Kiai.” Kata As’ad, pemuda berusia sekitar 27 tahun itu, sambil mengeluarkan sebuah tongkat, dan Kiai Hasyim langsung menerimanya dengan penuh perasaan.
“Ada lagi yang harus kau sampaikan?” Tanya Kiai Hasyim.
“Ada Kiai,” jawab As’ad. Kemudian ia menyampaikan ayat yang disampaikan Kiai Khalil.

Mendengar ayat yang dibacakan As’ad, hati Kiai Hasyim tergetar. Matanya menerawang, terbayang wajah Kiai Khalil yang tua dan bijak. Kiai Hasyim menangkap isyarat, bahwa gurunya tidak keberatan kalau ia dan teman-temannya mendirikan Jam’iyah. Sejak saat itu, keinginan untuk mendirikan Jam’iyah semakin dimatangkan.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, setahun telah berlalu, namun Jam’iyah yang diidamkan itu tak kunjung lahir. Sampai pada suatu hari, pemuda As’ad muncul lagi.

“Kiai, saya diutus oleh Kiai Khalil untuk menyampaikan tasbih ini,” kata As’ad.
“Kiai juga diminta untuk mengamalkan Ya Jabbar, Ya Qahhar (lafadz asma’ul husna) setiap waktu,” tambah As’ad.

Sekali lagi, pesan gurunya diterima dengan penuh perasaan. Kini hatinya semakin mantap untuk mendirikan Jam’iyah. Namun, sampai tak lama setelah itu, Kiai Khalil meninggal, dan keinginan untuk mendirikan Jam’iyah belum juga bisa terwujud.

Baru setahun kemudian, tepatnya 16 Rajab 1344 H., “jabang bayi” yang ditunggu-tunggu itu lahir dan diberi nama Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Dan di kemudian hari, jabang bayi itu pun menjadi “raksasa”.

Tapi, bagaimana Kiai Hasyim menangkap isyarat adanya restu dari Kiai Khalil untuk mendirikan NU dari sepotong tongkat dan tasbih? Tidak lain dan tak bukan karena tongkat dan tasbih itu diterimanya dari Kiai Khalil, seorang Kiai alim yang diyakini sebagai salah satu Wali Allah.               
             
Tarekat dan Fiqh
Kiai Kholil adalah salah satu Kiai yang belajar lebih daripada satu Madzhab saja. Akan tetapi, di antara Madzhab-mazdhab yang ada, ia lebih mendalami Madzhab Syafi’i di dalam Ilmu Fiqh.

Pada masa kehidupan Kiai Kholil, yaitu akhir abad-19 dan awal abad-20, di daerah Jawa, khususnya Madura, sedang terjadi perdebatan antara dua golongan pada saat itu. Pada awal abad-20, seperti telah diungkapkan sebelumnya, di daerah Jawa sedang terjadi penyebaran ajaran Tarekat Naqsyabandiyah, Qadiriyah wa-Naqsyabandiyah, Naqsyabandiyah Muzhariyah dan lain-lain.

Akan tetapi, tidaklah dapat dipungkiri mengenai keterlibatan Kiai Khalil dalam tarekat, terbukti bahwa Kiai Khalil dikenal pertamakali dikarenakan kelebihannya dalam hal tarekat, dab juga memberikan dan mengisi ilmu-ilmu kanuragan kepada para pejuang.

Di sisi lain, Kiai Khalil pun diakui sebagai salah satu Kiai yang dapat menggabungkan tarekat dan Fiqh, yang kebanyakan ulama pada saat itu melihat dua hal tersebut bertentangan seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, salah satu ulama yang notabene seangkatan dengan Kiai Khalil.

Memang, Kiai Khalil hidup pada masa penyebaran tarekat begitu gencar-gencarnya, sehingga kebanyakan ulama pada saat itu, mempunyai dan memilki ilmu-ilmu kanuragan, dan tidak terkecuali Kiai Khalil. Namun demikian, perbedaan antara Kiai Khalil dengan kebanyakan Kiai yang lainnya; bahwa Kiai Khalil tidak sampai mengharamkan atau pun menyebutnya sebagai perlakuan syirik dan bid’ah bagi penganut tarekat. Kiai Khalil justru meletakkan dan menggabungkan antara ke duanya (tarekat dan Fiqh).

Dalam penggabungan dua hal ini, Kiai Khalil menundukkan tarekat di bawah Fiqh, sehingga ajaran-ajaran tarekat mempunyai batasan-batasan tersendiri yaitu fiqh. Selain itu, ajaran tarekat juga tidak menjadi ajaran yang tanpa ada batasannya. Namun, yang cukup disayangkan adalah, tidak banyaknya referensi yang menjelaskan tentang cara atau pun pola-pola dalam penggabungan tarekat dan fiqh oleh Kiai Khalil tersebut.

Peninggalan
Dalam bidang karya, memang hampir tidak ada literatur yang menyebutkan tentang karya Kiai Khalil; akan tetapi Kiai Khalil meninggalkan banyak sejarah dan sesuatu yang tidak tertulis dalam literatur yang baku. Ada pun peninggalan Kiai Khalil diantaranya:

Pertama,
Kiai Khalil turut melakukan pengembangan pendidikan pesantren sebagai pendidikan alternatif bagi masyarakat Indonesia. Pada saat penjajahan Belanda, hanya sedikit orang yang dibolehkan belajar, itu pun hanya dari golongan priyayi saja; di luar itu, tidaklah dapat belajar di sekolah. Dari sanalah pendidikan pesantren menjadi jamur di daerah Jawa, dan terhitung sangat banyak santri Kiai Khalil yang setelah lulus, mendirikan pesantren. Seperti Kiai Hasyim (Pendiri  Pesantren Tebuireng), Kiai Wahab Hasbullah (Pendiri Pesantren Tambakberas), Kiai Ali Ma’shum (Pendiri Pesantren Lasem Rembang), dan Kiai Bisri Musthafa (Pendiri Pesantren Rembang). Dari murid-murid Kiai Khalil, banyak murid-murid yang dikemudian hari mendirikan pesantren, dan begitu seterusnya sehingga pendidikan pesantren menjadi jamur di Indonesia.

Kedua, selain Pesantren yang Kiai Khalil tinggal di Madura –khususnya, ia juga meninggalkan kader-kader Bangsa dan Islam yang berhasil ia didik, sehingga akhirnya menjadi pemimpin-pemimpin umat.

K.H. Muhammad Khalil, adalah satu fenomena tersendiri. Dia adalah salah seorang tokoh pengembang pesantren di Nusantara. Sebagian besar pengasuh pesantren, memiliki sanad (sambungan) dengan para murid Kiai Khalil, yang tentu saja memiliki kesinambungan dengan Kiai Khalil. Beliau wafat pada 1825 (29 Ramadhan 1343 H) dalam usia yang sangat lanjut, 108 tahun. (dari berbagai sumber)