Monday, September 19, 2016

10 Extremely Attractive Female Politician In The World


Recently We Can See Lots of Female Politician Has Become famous Due To their Work in Political Region But do You Know Some Female Politician Are Famous For their Beauty As they CAn Beat Any Beautiful Model Or Actress....

 

 

Julia Bonk

Julia Bonk became the youngest member of the German Parliament when she was elected at the age of 18. She proceeded to work in the Landtag of Saxony for 10 years. Needless to say, she definitely has a bright future in politics.
 

Maria Kozhevnikov

Continuing with the topic of hot politicians, we have Maria Kozhevnikov, an astonishing Russian actress who was elected as the hottest woman in her country in 2011. Not only that, she worked for Playboy in 2009 and has a father who is a decorated hockey player. After her success in the beauty industry, she decided to join the Russian political group The Young Guard. Her immense talent and beauty led her to become a member of Putin´s parliament at the age of 27.
  

Vanja Hadzovic

Let´s face it, unless you´re president or something like that, you´re not going to get famous for being a politician. That´s the exact case of Vanja Hadzovic, a Serbian politician who went viral because someone leaked many compromising pictures of her. Because of that, her career in politics might be in danger. She should worry though, for she can be a model and get away with it, as she is just gorgeous.
 

Kolinda Grabar-Kitarović

Kolinda Grabar-Kitarović is the 4th President of Croatia (since 19 February 2015). She's 46 years old and she's the youngest President. Also Kolinda Grabar-Kitarović is the first woman to be elected as the President of the Republic.

 

Nicole Minetti

Nicole Minetti, better known as the luckiest dental hygienist, became a member of Silvio Berlusconi´s cabinet after she repaired and cleaned his teeth. Way before that, she was a showgirl in Italy, which caused her to be known as the “showgirl who saved Berlusconi.” Unfortunately, “easy come, easy go”. In 2012 she was sued because she set up Berlusconi with a prostitute who, to make things even worse, was 17 years old. At least they offered her over 1 million euros with the condition that she had to leave the world of politics.
  

Julia Halseth

Julia is an American Republican politician and she's the youngest who was elected into Nevada legislature. Julia is really beautiful woman and she posed for the Maxim’s Hot 100 photo contest
  

Nikita Klæstrup

Nikita Klæstrup is better known as the Danish politician who went viral for wearing a sexy dress to a political party. She was smart and decided to take advantage of her beauty by sharing more and more photos of herself. She now has over 130,000 followers on Instagram.
 

Amal Alamuddin

Although Amal Alamuddin is better known for being George Clooney´s wife, she had a successful career of her own before she even knew the actor. To the surprise of many, she was a human rights lawyer and an activist for the United Nations. She has been involved in the solution of countless controversial and complicated cases from all over the world.
 

Eva Kaili

If we had to describe Eva Kaili´s career in one word, we´d say it´s pretty unpredictable. Before being a part of the Grecian parliament, he graduated from college as an architect and proceeded to become a news anchor. After that, in 2004, she was known as the youngest person to represent Panhellenic Socialist Party (the democratic party of Greece) in the European Parliament. Of course, she is dominating the political scheme to this day.

Alina Kabaeva

Alina Kabaeva´s former occupation has nothing to do with the Russian Parliament, where she currently works. In fact, she was a decorated Olympic and rhythmic gymnast. During that period, she won 2 gold medals and 14 World Championship medals. She decided to retire in 2007 and proceeded to focus on politics. That didn´t keep her from being in the spotlight though, she was rumored to be Vladimir Putin´s lover. Since then she had two children that have been kept from going public. While it´s not confirmed, we think everyone knows who the father 

Tuesday, September 6, 2016

BUKTI KESESATAN PENDAPAT IBNU TAIMIYAH DAN MUHAMMAD IBN ABD WAHHAB IKUTAN WAHABI


Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab Difatwa Sesat oleh Jumhur Ulama karena paham Mujassimah (Allah terbagi jadi anggota tubuh seperti wajah,tangan, kaki, dsb) dan ta
kfir. Ibnu Taimiyyah bahkan dipenjara berdasarkan Ijma’ Ulama dan Umaro. Sementara Muhammad bin Abdul Wahhab bahkan dinyatakan sesat oleh ayahnya sendiri, Abdul Wahhab, dan adiknya Sulayman bin Abdul Wahhab. Bahkan kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama’ besar dari madzhab Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawa’iqul Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah.

Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi’i, menulis surat berisi nasehat:“Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaatmaupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A’dham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin.Dari sini, putuslah sanad ilmu kaum Wahhabi ke Nabi. Karena 2 tokoh utama mereka dinyatakan sesat oleh Jumhur Ulama.Lihat kitab “Minhaajus Sunnah” karya Syeikh Ibnu Taimiyyah sang panutan dan rujukan kalangan Wahabi, yang isinya dipenuhi dengan penghinaan terhadap Ahli Bait Nabi SAW.Dalam kitab tersebut,

Ibnu Taimiyyah menyatakan bahwa imannya Sayyidah Khadijah RA tidak manfaat buat umat Islam. Dan bahwa Sayyidah Fathimah RA tercela seperti orang munafiq. Serta Sayyidina Ali RA seorang yang sial dan selalu gagal, serta berperang hanya untuk dunia dan jabatan bukan untuk agama, dan juga perannya untuk Islam tidak seberapa.Ada pun Sayyiduna Al-Hasan RA dan Sayyiduna Al-Husein RA tidak zuhud dan tidak berilmu, serta tidak ada keistimewaannya. Lalu soal pembunuhan SayyidunaAl-Husein RA hanya masalah kecil, lagi pula dia salah karena melawan Khalifah Yazid yang benar. Dan lain sebagainya.
Oleh sebab itu, Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqolaani rhm dalam kitab “Ad-Durorul Kaaminah” juz 1 hal.181 – 182 saat mengulas tentang Ibnu Taimiyyah menyatakan :“ومنهم من ينسبه إلى النفاق لقوله في علي ما تقدم .”
“Dan di antara mereka (-para Ulama-) ada yang menisbahkannya (-Ibnu Taimiyyah-) kepada Nifaq, karena ucapannya tentang Ali sebagaimana telah disebutkan.”Dan dalam kitab “Lisaanul Miizaan”,

Sang Begawan Hadits ini menyimpulkan :“كم من مبالغة لتوهين كلام الرافضي أدته أحيانا إلى تنقيص علي .”“
Berapa banyak sikap berlebihan (Ibnu Taimiyyah) dalam merendahkan perkataan Roofidhoh terkadang mengantarkannya kepada pelecehan Ali.”Sikap berlebihan Ibnu Taimiyyah pada akhirnya mengantarkannya ke penjara pada tahun 726 H hingga wafat di tahun 728 H.
Sultan Muhammad bin Qolaawuun memenjarakannya di salah satu menara Benteng Damascus di Syria berdasarkan Fatwa Qodhi Empat Madzhab Aswaja, yaitu :
1. Mufti Hanafi Qodhi Muhammad bin Hariri Al-Anshori rhm.
2. Mufti Maliki Qodhi Muhammad bin Abi Bakar rhm.
3. Mufti Syafi’i Qodhi Muhammad bin Ibrahim rhm.
4. Mufti Hanbali Qodhi Ahmad bin Umar Al-Maqdisi rhm.
Bahkan Syeikhul Islam Imam Taqiyuddin As-Subki rhm dalam kitab “Fataawaa As-Subki” juz 2 halaman 210 menegaskan :“
وحبس بإحماع العلماء وولاة الأمور”
.“Dia (Ibnu Taimiyyah) dipenjara dengan Ijma’ Ulama dan Umara.
Tersebut dalam sejarah, bahwa suatu kali terjadi perdebatan antara Muhammad bin Abdul Wahab dengan saudaranya Sulaiman bin Abdul Wahab, dalam soal kafir-mengkafirkan ini.
Sulaiman bertanya kepada adiknya: “Berapa, rukun Islam”
Muhammad menjawab: “lima”.
Sulaiman: Tetapi kamu menjadikan 6!
Muhammad: Apa, ?
Sulaiman: Kamu memfatwakan bahwa siapa, yang mengikutimu adalahmu’min dan yang tidak sesuai dengan fatwamu adalah kafir.
Muhammad : Terdiam dan marah

.Sesudah itu ia berusaha menangkap kakaknya dan akan membunuhnya, tetapi Sulaiman bin Abdul Wahab dapat lolos ke Makkah dan setibanya di Makkah ia mengarang buku “As Shawa’iqul Ilahiyah firraddi ‘alal Wahabiyah

(Petir yang membakar untuk menolak paham Wahabi) sebagaimana gambar di atas.Referensi:Biografi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Perjalanan Hidup dan Ajarannya

Friday, September 2, 2016

MUKIDI NAIK UNTA

Mukidi lagi melancong ke Arab. Seperti orang Indonesia yang lainnya. Dia juga ikut tour naik unta.
Tapi unta di Arab tidak seperti unta di Indonesia, ketika Mukidi bilang, “duduk” dan unta langsung duduk.Namun lain kejadiannya. Unta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang:“Duduk, sit.. sit, jongkok, diuk.”Sang unta tetap berdiri, dan akibatnya Mukidi tidak bisa naik.
Pawang Unta (PU):“Bilang Assalamualaikum, baru unta duduk.”Mukidi: “Asalamualaikum”langsung onta duduk, Mukidi naik, unta langsung berdiri lagi.Mukidi:“Jalan.. jalan..”unta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, unta tetap tidakmau jalan.
PU :”Bilang Bismillah “Mukidi : “Bismillah”Onta jalan, Mukidi senang jalan naik unta dengan Pawang Unta berjalan di sampingnya.
Tak lama kemudian Mukidi bertanya, “Pawang. Bagaimana cara nyuruh untanya lari ya?
PU:“Bilang aja Alhamdulilah”Mukidi: “Alhamdulilah.”Dan unta pun berlari.Mukidi senang sekali. Saking senangnya Mukidi bilang lagi“Alhamdulilah.”Dan si unta berlari tambah kencang, dan si Pawang Unta makin ketinggalan.
Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Unta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti.
Dari jauh PU berteriak:“Kalo mau berhenti bilang Innalillahi..”Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar.Dan si unta terus berlari dengan kencang.
Sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yang sangat dalam. Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta: “Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!”Unta tetap berlari, jurang sudah terpampangdi depan mata.“Mati gue!”kata Mukidi. Tahu dia akan jatuh kejurang dan mati.Dalam kepanikannya dia berteriak: “Innalillahi..!!”sambil memejamkan mata pasrah.
Unta mendadak berhenti. Dan ketika Mukidi membuka mata. Dia melihat persis di tepi jurang.
Saking senangnya tidak jadi mati, Mukidi berteriak:“Alhamdullilah!

Wednesday, August 10, 2016

BUAH ENDEMIK KALIMANTAN YANG HAMPIR PUNAH

buah buah ini keberadaan nya sudah jarang di pasar-pasar tradisional, bahkan sebagian masyarakat sudah tidak mengenal buah ini, selain jarang dibudidayakan sebagian tanaman juga kurang kurang produktif untuk dipelihara..

Bangkinang

Buah yang satu ini sudah mulai langka, karena batang nya banyak ditebang dijadikan bahan bangunan.
hanya ada di daerah yang banyak hutan nya. pohon nya tumbuh liar tidak ditanam.ini adalah makanan favorit anak-anak. saya lebih suka meremas nya di kantong plastik kemudian membuang biji nua kemudian dicampur gula sedikit, karena rasa nya tidak terlalu manis dan akan meninggalkan bekas di sela-sela gusi.


Buah ini masih mudah dijumpai di pasar batuah martapura, biasa nya dijadikan sayur untuk makan nasi setelah dibersihkan dan direndam di air hangat dan diberi , rasa nya seperti telor.


Salak hutan

Walau batang pohon salak ini lebih besar namun buah nya lebih kecil dan sangat jarang berbuah, rasa nya juga tak terlalu enak.

Pampakin

Pampakin ini memang terlihat mirip dengan durian. kulit nya berwarna kuning, isinya lebih padat dengan warna kuning kemerahan, aroma sedikit mencolok. namun isinya ini mengandung lebih sedikit kolestrol. buah ini bisa bertahan lebih lama dari durian.


Lahung

Buah lahung ini juga masih saudaraan sama durian, duri kulit nya berwarna merah mirip warna gincu lahung (PSK) agak lebih bulat.


Kepayang

walaupun ada istilah mabuk kepayang tapi biji buah ini enak dimakan, biasa biji nya di jadikan campuran membuat sambal rawon


Gandis/ Kumanjing

Buah ini sangat asam, biasa dijadikan campran sambal atau untuk membersihkan lendir pada ikan, walaupun ada bagi sebagian orang yang suka mengkonsumsi nya secara langsung

Hampulasam/ Asam Putar

Sejenis dan hampir dan searoma dengan kurini/ hambawang buah ini sekarang sudah sulit di temukan di pasar tradisional

Kapul mentega

kapul memang masih mudah di temukan di pasar tradisional, ada bermacam jenis kapul yang banyak di jual adalah kapul yang isi nya berwarna putih, sedang yang berwarna kuing dan kemerahan juga jarang ditemukan

Kacapuri

Kacapuri ni hampir seperti manggis, namun kulit nya cuma hijau kekuningan dan tidak berbiji besar

Balangkasua/ Kanyem

buah ini sudah mulai langka dan sulit didapat di pasar tradisional perkotaan.


Keranji

walau juga sudah mulai langka namun buah ini terkadang masih ada diperdagangkan.

Buah Nam-Nam

Di daerah saya ini sudah punah, bentuk buah nya seperti coklat

Buah Mata kucing

kalau tidak karena kulit nya yang tidak licin buah ini mitip seperti lengkeng,


Buah Matiram/ Tanggaring/ Pulasam


inilah rambutan pedalaman kalimantan, buah ini cuma ada di daerah yang dekat dengan hutan luas, sama dengan buah mata kucing di atas buah ini di sebagian daerah kalimantan sudah punah bahkan ceritanya sekalipun.

Mentawa/  Mangkahai

hampir miri dengan cempedak tapi buah ini lebih bulat dan kecil


Karamunting

Karamunting ini tumbuh di pinggir hutan atau di tengah padang rumput secara berkelompok, karena termasuk semak pengganggu pohon nya akan dibunuh apabila ditemukan, karena pertumbuhan nya sulit untuk dikendalikan.

Buah umbing/ Kaluih

buah ini sudah punah untuk didaerah saya

Rambai

buah nya manis keasaman, masih mudah dijumpai di pasar2 tradisional.


Tuesday, August 2, 2016

99 MACAM OBAT TERBAIK

Obat terbaik untuk penanggulangan penyakit

Dingin

1. Ibupron - obat penghilang rasa sakit yang kuat, cepat bertindak, dalam bentuk tablet effervescent suku cadang perut dan dalam cahaya lilin yang cocok untuk anak-anak.
2. Coldrex - obat vasokonstriktor yang sangat baik. tindakan cepat, karena dilarutkan dalam air panas.
3. Nazol - menghilangkan pilek dan tidak kering mukosa hidung, berlaku selama 12 jam.
4. Nurofen - ambulans, ia bertindak cepat. Untuk anak-anak ada lilin, tapi sangat menurunkan kualitas darah.
5. Paracetamol (Panadol, efferalgan) - analgesik yang sangat baik, sangat diperlukan bagi penderita asma.
6. polioksidony - merangsang sistem kekebalan tubuh, diindikasikan untuk anak-anak, cocok untuk perawatan darurat dan untuk pencegahan SARS selama epidemi.
7. Ribomunil - mengembalikan sistem kekebalan tubuh, dianjurkan untuk anak-anak sebagai cara yang paling efektif.
8. Sanorin - obat tercepat untuk rhinitis dengan komponen anti-alergi.
9.-B Flukol - obat murah dan efektif, tetapi mengandung 8% alkohol dan kontraindikasi driver.

Hati

1. antral - obat asli dalam negeri, ia tidak memiliki analog di dunia, melindungi sel hati dari serangan mikroba.
2. Galstena - penurunan obat sangat diperlukan untuk anak-anak.
3. poliol - memperbaiki kondisi hati, dengan penyakit kuning (bilirubin berkurang).
4. Lipoferon - minum obat melalui mulut, lebih murah daripada interferon suntik 5 kali!
5. Kalium orotate - meningkatkan fungsi hati, sintesis protein, metabolisme secara keseluruhan.
6. Silymarin-heksana - persiapan herbal. Ini menyediakan bahan jauh lebih aktif daripada di analognya: karsilom, Silibor, gepabene.
7. Holenzim - obat murah choleretic, membantu pencernaan, meningkatkan produksi enzim.
8. Holiver - obat herbal choleretic.
9. Hepel - Jerman obat homeopati tanpa efek samping.
10. Essentiale - 20 tahun bukan pengobatan yang lebih efektif untuk hati.

Perut

1. Altan - persiapan herbal dari produksi dalam negeri, sangat diperlukan untuk penyakit ulkus peptikum.
2. acidin-pepsin - meningkatkan keasaman dalam lambung.
3. Gastritol - tetes dari sayuran, baik untuk anak-anak.
4. Motilium - menormalkan motilitas lambung, meningkatkan pergerakan makanan oleh perut.
5. Sea buckthorn minyak - mengurangi peradangan di perut.
6. Pariet - Generasi terbaru dari obat yang baik mengurangi keasaman di perut.
7. Pilobakt - alat terbaru dari H. pylori.
8. Renorm - phytoconcentrate negeri dengan efek anti-inflamasi yang kuat, menormalkan pencernaan.
9. Riabal - baik mengurangi kejang di perut, itu diresepkan untuk anak-anak. sirup ada dan tetes.
10. Fosfalyugel - baik mengurangi serangan sakit maag kurang beracun dibandingkan analog.

Mata

1. Zovirax - salep mata, sangat diperlukan untuk alam konjungtivitis viral.
2. Kvinaks - obat pencegahan terbaik untuk katarak.
3. Korneregel - gel juga mengembalikan film air mata pada kornea mata.
4. Ksalakom - itu menghubungkan dua obat dan timalol ksalatan. Mereka memperkuat tindakan masing-masing.
5. Xalatan (Travatan) - efektif untuk glaukoma, adalah mungkin untuk menetes sekali sehari.
6. Sisteyn - keuntungan air mata buatan - Anda dapat menetes sekali sehari.
7. Uniklofen - non-steroid tetes anti-inflamasi yang baik.
8. Floksal - tetes, tindakan antibiotik pada spektrum yang luas dari mikroorganisme.
9. Floksalovaya salep - sangat diperlukan untuk konjungtivitis bakteri.
10. Tsikloksan - tetes antibiotik yang kuat, obat mujarab untuk konjungtivitis akut.

Telinga

1. amoksisilin - antibiotik yang aktif memerangi patogen utama yang menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas.
2. Klavitsillin-amoksisilin + asam klavulanat - selain Amoxicillin organisme sensitif, obat aktif dan beberapa jenis bakteri.
3. Otofa - tetes telinga, antibiotik digunakan untuk penyakit radang telinga tengah.
4. Otipaks - persiapan gabungan untuk aplikasi topikal dengan analgesik diucapkan dan tindakan anti-inflamasi. Menggabungkan phenazone dan lidocaine mengurangi timbulnya efek anestesi.
5. Nimesulide - memiliki kedua analgesik, efek anti-inflamasi dan antipiretik.
6. Noksprey - bila diberikan melalui rongga hidung menyebabkan penyempitan mukosa, mengurangi pembengkakan dan bengkak di sekitar mulut tabung Eustachio, memperbaiki drainase saat Eustace dan otitis.
7. Ciprofloxacin - obat lokal yang efektif untuk otitis, memiliki anti-inflamasi, efek antipruritic dan vasokonstriksi, mengurangi pembengkakan.
8. Cefaclor, cefixime, cefpodoxime, cefprozil, cefuroxime - cephalosporins adalah generasi kedua dan ketiga. Mereka menunjuk orang-orang yang tidak berlaku ampisilin.
9. Vupiesse-125 tonzillin - tetes homeopati diberikan kepada anak-anak dari 2 tahun dengan otitis, adenoid, tonsilitis kronis dengan air atau sepotong gula.
10. Eritromisin - menunjuk orang-orang yang alergi terhadap obat penisilin.

Penenang/ Aliran Darah 

1. Venlaksor - antidepresan dengan efek samping sedikit atau tidak ada, cepat menghilangkan depresi berat.
2. Busperon - agen anxiolytic yang kuat tidak membuat efek hambatan.
3. Gidazepam - pil tidur ringan tidak mempengaruhi reaksi pengemudi. Tapi Anda bisa digunakan untuk itu - lebih dari sebulan tidak bisa minum!
4. Zyprexa - tidak memiliki efek samping yang serius, menyediakan bantuan segera.
5. imovan (sonap, somnol, sonavan) - yang hipnotik yang paling modern.
6. Paxil - antidepresan, juga menghilangkan panik, ketakutan, obsesif-kompulsif (fobia), bantuan dari anoreksia, serta sisi memanjang selama hubungan seksual.
7. Pramestar - meningkatkan memori pada umumnya dan menyederhanakan informasi menyimpan.
8. Rispolept - bertindak untuk waktu yang lama, mudah digunakan - larut di mulut seperti permen.
9. sulpirid (eglanil) - pada saat yang sama menyembuhkan saraf dan perut. Kelebihan lainnya: hari minum - hasilnya hari ini.
10. Finlepsin - mengobati kejang dan neuritis, dan menstabilkan mood.

Ginjal

1. Aksef - antibiotik nyaman karena dapat diambil sebagai tablet, dan dapat dikelola oleh injeksi. Hal ini dijual dengan potongan bersama-sama dengan pelarut.
2. blemaren - pelarut yang paling efektif untuk batu ginjal.
3. Kanefron - persiapan herbal tanpa efek samping.
4. Movalis - lilin, non-hormonal agen anti-inflamasi, yang tidak mengiritasi selaput lendir rektum.
5. Nephrophyt - phytopreparation dikombinasikan dengan anti-inflamasi dan diuretik. Tanpa efek samping, diresepkan untuk anak-anak berusia 5 tahun dan wanita hamil.
6. Ofloksin - tidak agresif untuk perut, jarang menyebabkan alergi.
7. Urosept - lilin yang dibuat hanya untuk sistem kemih.
8. Urolesan - persiapan herbal, baik cetak pasir dari ginjal, sering diresepkan untuk anak-anak. Ada sirup.
9. Flemoklav soljutab - spektrum yang luas dari tindakan antimikroba, merekomendasikan pasien lemah.
10. Ceftriaxone - antibiotik spektrum luas dengan efek samping minimal, telah disetujui untuk digunakan bahkan hamil.

Prostat

1. Azitroks - antibiotik nyaman - satu tablet per minggu.
2. Gatifloksasin - antibiotik baru, cepat.
3. Zokson - memberikan minimal efek samping, mudah digunakan - satu tablet di malam hari.
4. busa - mengurangi volume yang prostat, snizhet risiko mengembangkan kanker prostat.
5. Prostamol DNA - persiapan herbal tanpa efek samping.
6. Prostatilen (Vitaprost) - ekstrak dari kelenjar prostat sapi, biostimulant.
7. Proteflazid - tanaman imunostimulan efektif untuk prostatitis.
8. Fokusin - tidak mengurangi tekanan darah.
9. Funid - obat antijamur dari generasi terakhir.
10. JUnidoks soljutab - antibiotik spektrum luas, itu adalah baik ke jaringan prostat.

Sendi

1. Aspirin - sangat diperlukan untuk gout.
2. Alflutop - meningkatkan pertukaran darah dan mengaktifkan proses metabolisme di otot.
3. Don - memperkuat tulang rawan.
4. Dikloberl - non-hormonal obat anti-inflamasi. Berlaku dalam lilin, tetapi Anda dapat melakukan dan suntikan.
5. Diklofen - kurang dari yang lain memberikan efek samping.
6. Diklofenak - efektif, tetapi mempengaruhi kondisi darah.
7. Ketanov - persiapan suntik efektif.
8. Olfen - nyaman karena dalam cahaya lilin, tidak menderita mukosa lambung.
9. Osteogenon - hondoprotektor efektif, menghilangkan kelemahan sendi.
10. Retabolil - meningkatkan sirkulasi perifer.

Tenggorokan

1. Anaferon - obat homeopati yang baik untuk pengobatan infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas.
2. Kolustan - aerosol juga meredakan pembengkakan dengan peradangan.
3. Lugol dilarutkan dalam gliserol - yang terbaik fasilitas outdoor dengan laryngitis.
4. kabupaten Proposol - telah menyatakan sifat antimikroba dan anti-inflamasi, tidak mengiritasi tubuh.
5. Sinupret - memiliki antibakteri dan tindakan antiotechnym dapat ditugaskan untuk anak-anak - adalah dalam bentuk tetes.
6. Tonsilgon® - anti-inflamasi dan analgesik, mengurangi edema mukosa saluran napas.
7. Tonsilotren - meningkatkan aktivitas mukosa.
8. Flemoksin soljutab - antibiotik yang efektif dengan tonsilitis purulen instan, digunakan baik dalam dan bilas.
9. Faringosept - antiseptik, rasa menyenangkan (larut dalam mulut). Tidak berpengaruh pada mikroflora usus.
10. Falimint - berarti efek pendinginan untuk pengobatan penyakit rongga mulut dan faring. Hari yang sempurna sebelum operasi, prosthetics dan dosen.

Sebelum digunakan, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda, beberapa obat memiliki kontraindikasi dan dapat membahayakan kesehatan Anda !!!

Sunday, July 31, 2016

Suku Gaib Populer di Indonesia

di negri Indonesia terdapat ratusan sukum bahkan diantara nya ada suku yang tidak terlihat yang dipercaya masyarakat sekitar, karena cerita nya sudah menyebar turun menurun hingga sekarang, diantara nya

1, Orang Bati - Pulau Seram

Pulau Seram menyimpan misteri tentang sebuah kelompok makhluk misterius bernama Bati. Warga di kawasan itu begitu takut dengan Bati lantaran mereka kerap menculik anak-anak untuk disantap. Makhluk ini memiliki tinggi sekitar 1,6 meter dan memiliki sayap sangat lebar berwarna hitam. Sekilas, Bati mirip sekali dengan manusia kelelawar yang terbang di angkasa.
Kisah tentang Suku Bati mendadak jadi isu global di masa lalu lantaran ada orang asing bernama Karl Shunker menulisnya menjadi sebuah artikel. Warga Pulau Seram di masa lalu percaya kalau Suku Bati yang mirip kelelawar ini hidup di gua-gua di puncak gunung. Mereka hanya akan turun untuk mencari mangsa yang berupa hewan atau kalau tidak ada anak-anak pun bisa disambar.

2, Orang Bunian - Sumatra Barat

Orang Bunian adalah salah satu kelompok suku gaib yang konon banyak sekali terdapat di Sumatra Barat. Mereka tinggal di kawasan hutan, bukit, atau kuburan yang sangat sepi. Beberapa cerita mengatakan bahwa orang bunian kerap meninggali rumah kosong. Mereka suka muncul saat senja dengan mengeluarkan tanda-tanda. Biasanya orang setempat akan membaui aroma kentang yang digoreng.
Makhluk ini dikenal suka menyesatkan para penjelajah. Bisanya mereka berwujud manusia secara sempurna. Orang-orang yang ikut masuk ke dunia orang bunian akan susah sekali untuk keluar, terlebih jika sampai makan masakan dari sana. Itulah mengapa kasus-kasus hilangnya orang di hutan selalu dikaitkan dengan adanya orang bunian

3, Orang Limun - Kalimantan Barat

Orang Limun atau Orang Kebenaran adalah sekelompok masyarakat atau suku gaib yang ada di Padang 12, Kalimantan Barat. Lokasi Padang 12 adalah sebuah lahan kosong tak terpakai dengan pohon-pohon pinus di sekelilingnya. Orang setempat yakin jika di sini tinggal Orang Limun yang dikenal sangat suci dan taat beribadah
Versi lain dari cerita ini mengatakan kalau Orang Limun adalah seorang jin Islam yang telah tinggal di sana selama ribuan tahun. Orang Limun suka sekali memberikan kunyit emas kepada para pengguna jalan yang melintas. Biasanya Orang Limun akan berpura-pura jadi nenek tua atau siapa saja dan minta di antar. Lalu saat tiba di Padang 12, dia hilang dan tukang ojek dapat rezeki yang banyak

4, Suku Paloh - Kalimantan Barat

Di kawasan Kalimantan Barat terutama yang dekat dengan Malaysia terdapat sebuah desa bernama Paloh. Namun, bukan desa adat ini yang akan dibahas. Yang kita bahasa adalah suku gaib yang ada di kawasan hutan dekat Paloh. Konon, berdasarkan cerita banyak sekali orang, kawasan ini memiliki banyak manusia gaib yang kerap disebut dengan Suku Paloh.
Aktivitas suku gaib ini dimulai pada malam hari. Orang-orang yang pernah melihat mengatakan bahwa peradaban suku ini sangat maju. Mereka seperti layaknya manusia biasa yang berjualan, bersosialisasi hingga punya keluarga. Pada tahun 70-an ada sebuah pesawat yang melintas di sini dan hilang. Menurut kabar pesawat itu masuk ke dunia Suku Paloh dan tidak akan bisa ditemukan lagi.

Sunday, July 24, 2016

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU TAJWID

Asal kata Tajwid yaitu dari kata bahasa Arab “jawwada - yujawwidu- tajwiidan”  (جوَّدَ يجوِّد ، تجويدًا ، فهو مُجوِّد ، والمفعول مُجوَّد) berarti membuat sesuatu menjadi bagus. Di dalam beberapa buku tajwid disebutkan bahwa istilah ini muncul ketika seseorang bertanya kepada khalifah ke-empat, ‘Ali bin Abi Thalib tentang firman Allah yang berbunyi :

ورتل القرأن ترتيلا
 
Beliau menjawab bahwa yang dimaksud dengan kata tartil adalah tajwiidul huruuf wa ma’rifatil wuquuf, yang berarti membaca huruf-hurufnya dengan bagus (sesuai dengan makhraj dan shifat) dan tahu tempat-tempat waqaf. Selama ini memang belum ditemukan musnad tentang perkataan beliau mengenai hal di atas, dan kisah ini hanya terdapat dalam kitab tajwid. Akan tetapi para ulama’ bersepakat bahwa yang dimaksud dengan tartil adalah tajwiidul huruuf wa ma’rifatil wuquuf. 
 
Untuk menghindari kesalahpahaman antara tajwid dan qiraat, maka perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan tajwid. Pendapat sebagian ulama memberikan pengertian tajwid sedikit berbeda, namun pada intinya sama. Secara bahasa, tajwid berarti al-tahsin atau membaguskan. Sedangkan menurut istilah yaitu, mengucapkan setiap huruf sesuai dengan makhrajnya menurut sifat-sifat huruf yang mesti diucapkan, baik berdasarkan sifat asalnya maupun berdasarkan sifat-sifatnya yang baru.
 
Sebagian ulama yang lain medefinisikan tajwid sebagai berikut: “Tajwid ialah mengucapkan huruf(al-Quran) dengan tertib menurut yang semestinya, sesuai dengan makhraj serta bunyi asalnya, serta melembutkan bacaannya dengan sempurna mungkin tanpa berlebihan ataupun dibuat-buat”.
 
Kapan Ilmu Tajwid Mulai Ada ?
 
Jika ditanyakan kapan asal mula ilmu Tajwid, maka pada dasarnya ilmu ini telah ada sejak al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW. Ini karena Rasulullah SAW sendiri diperintahkan untuk membaca al-Quran dengan tajwid dan tartil seperti yang disebut dalam 
 
وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا 
 
“Bacalah al-Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan)”. (QS. Al-Muzammil 73 : 4) 
 
Kemudian Rasulullah SAW mengajar ayat-ayat tersebut kepada para sahabat dengan bacaan yang tartil. Para sahabat menguasai semua itu seperti yang telah di ajarkan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Diantaranya seperti Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit dan lain sebagainya.
.
Semua ini menunjukkan bahwa pembacaan al-Quran bukanlah suatu ilmu hasil dari ijtihad (fatwa) para ulama’ yang di olah berdasarkan dalil-dalil dari al-Quran dan Sunnah, tetapi pembacaan al-Quran adalah suatu yang taufiqi (diambil terus) melalui riwayat dari sumbernya yang asal yaitu sebutan dan bacaan Rasulullah SAW.
 
Akan tetapi bagaimanapun, yang dianggap sebagai penulisan ilmu tajwid yang paling awal adalah ketika adanya kesadana akan perlunya mushaf Utsmaniah yang ditulis oleh Sayyidina Utsman diberikan titik-titik pada huruf-hurufnya, kemudian baris-baris bagi setiap huruf dan pelafalannya. Gerakan ini diketuai oleh Abu Aswad Ad-Duali dan Al-Khalil bin Ahmad Al-Farahidi, dimana ketika itu Khalifah umat Islam memiliki tugas  besar untuk hal ini disaat umat Islam mulai ada yang melakukan kekeliruan didalam bacaan.
 
Itu karena ketika masa Sayyidina Ustman, belum diberi titik-titik maupun harakat, sebab bertujuan memberi keleluasaan kepada para sahabat dan tabi’in pada masa itu untuk membacanya sebagaimana yang mereka telah ambil dari Rasulullah SAW, berdasarkan dengan dialek bangsa Arab yang beraneka ragam.
 
Tetapi setelah berkembang luasnya agama Islam ke seluruh tanah Arab serta takluknya Roma dan Persia ke tangan umat Islam pada tahun pertama dan kedua Hijrah, bahasa Arab mulai bercampur dengan bahasa penduduk-penduduk yang ditaklukkan umat Islam. Ini telah menyebabkan terjadinya beberapa kekeliruan didalam penggunaan bahasa Arab dan demikian juga dengan pembacaan al-Quran. Maka, al-Quran Mushaf Utsmaniah diberi tambahan titik-titik dan harakat pada huruf-hurufnya untuk menghidari kekeliruan-kekeliruan tersebut.
 
Permulaaan Pembukuan Ilmu Tajwid
 
Orang yang pertama kali menghimpun ilmu ini dalam bentuk kitab adalah Al-Imam al-‘Adhim Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Salam pada abad ke-3 Hijriyah didalam kitabnya “Kitabul Qiraa-at/  كتاب القراءات”. Sebagian ada yang mengatakan bahwa orang yang pertama mengarang dan menghimpun ilmu-ilmu qira-at adalah Hafsh bin Umar Ad-Duriy.
 
Adapun pada abad ke-4 Hijriyah, masyhur seorang imam bernama Al-Hafidz Abu Bakar bin Mujahid Al-Baghdadiy, ia merupakan orang yang pertama kali mengarang kitab mengenai bacaan 7 qira’at yang masyhur (Kitab al-Sab’ah). Ia wafat pada tahun 324 H. 
 
Memasuki abad ke-5 Hijriyah, masyhur nama Al-Hafidz Al-Imam Abu ‘Amr Ustman bin Sa’id Ad-Dani, pengarang kitab Al-Taysir (التيسير) yang berisi tentang qira-at Sab’ah dan menjadi sandaran pada ahli Qurra’. Ia juga memiliki banyak karangan dalam bidang seni qiraat dan lainnya. Dimasa ini juga masyhur, seorang ulama bernama Al-Imam Makki bin Abi Thalib Al-Qaisi Al-Qairawani, ia mengarang bermacam-macam kitab tentang qira’at dan ilmu-ilmu Al-Qur’an.
 
Pada abad ke-6 Hijriyah, tampil seorang ulama yang menjadi rujukan tokoh-tokoh ulama yang sezaman dengannya maupun datang setelahnya, dengan karangannya bernama “Hirzul Amani wa Wajhut Tahani” atau terkenal dengan “Matan Syathibiyah”, berisi 1173 bait tentang qira-at sab’ah. Ia adalah Abul Qasim bin Fairah bin Khalaf bin Ahmad Ar-Ru’aini Al-Syathibi al-Andalusi, wafat pada tahun 590 H. 
 
Setelah itu, banyak ulama yang menekuni bidang ini disetiap masa, menegakkan panji-panji al-Qur’an baik dengan membaca dan mengaplikasikannya, hingga akhirnya muncul tokoh penting dalam bidang ilmu tajwid dan qira-at yaitu Imamul Muhaqqiqin wa Syaikhul Muqri-iin Muhammad Ibnu Al-Jazari Al-Syafi’I dengan karangannya Al-Nasyr fil Qiraa-atil ‘Asyr, Thayyibatun Nasyr dan Ad-Duratul Mudhiyyah yang mempolopori bahwa ilmu qira-at ada 10, yaitu sebagai pelengkap apa yang telah dinyatakan oleh Imam al-Syathibi didalam kitab Hirzul Amani.
 
Imam Al-Jazari juga telah mengarang karangan yang berasingan bagi ilmu Tajwid dalam kitabnya “At-Tamhid” dan puisi beliau yang lebih terkenal dengan nama “Matan Al-Jazariah”. Imam Al-Jazari telah mewariskan karangan-karangannya yang begitu banyak berserta bacaannya sekali yang kemudiannya telah menjadi ikutan dan panduan bagi karangan-karangan ilmu Tajwid dan Qiraat serta bacaan al-Quran hingga ke hari ini.

Saturday, June 18, 2016

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI DAN KEMENDES, PDT DAN TRANSMIGRASI


Kepada presiden RI Joko widodo dan bapak menteri Marwan Jaffar
Di tempat
Salam hormat.
DENGAN TANPA MENGURANGI HORMAT DAN TANPA MENGURANGI RASA PERSATUAN REPUBLIK INDONESIA KAMI MASYARAKAT ADAT DAYAK MENOLAK TEGAS PROGRAM TRANSMIGRASI BARU KE KALIMANTAN
ALASAN MENOLAK PROGRAM TRANSMIGRASI
PRESIDEN JOKO WIDODO
MENTERI DESA, PDT DAN TRANSMIGRASI[1]
BUKTI PEMERINTAH PILIH KASIH
1. Pemerintahan Joko Widodo melalui Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi mencanangkan pembukaan 9 juta lahan untuk transmigrasi yang akan dihuni 4 juta Kepala Keluarga. Setiap transmigran mendapatkan biaya hidup 3,5 juta / bulan (selama 18 bulan), mendapatkan rumah, mendapatkan pendampingan selama 5 tahun, tanah bersertipikat yg siap pakai untuk kebun horticultura, mendapakan kebun sawit 3 hektar (republika 31/5/15). PROGRAM INI DIUTAMAKAN DI PERBATASAN MALINDO – KALIMANTAN.
2. Pernahkah MASYARAKAT PRIBUMI di areal transmigrasi mendapakan perhatian pemerintah yg sedemikian bagus?
MENGHINDARI KONFLIK AGRARIA & PENYEROBOTAN KAWASAN MASYARAKAT LOKAL
3. Kawasan seluas 9 juta hektar (dua kali lebih luas dari provinsi Kalimantan Selatan). Fokus ke perbatasan (Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara), dimana penghuni kawasan itu rata-rata ORANG DAYAK. Mereka sudah hidup sana sejak berabad-abad silam, jauh sebelum negera ini terbentuk. Jika pemerintah membuka kawasan ini, apalagi dengan paksaan, maka bertentangan dengan amanah Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 tentang hutan adat, serta adat istiadat yg berlaku di kalangan masyarakat Dayak.[2]
4. Pembukaan lahan 9 juta hektar pasti menimbulkan konflik (perebutan lahan, kriminalisasi serta pelanggaran atas hak asasi manusia pribumi). Jangankan 9 juta, pembukaan lahan gambut 1 juta hektar di Kalimantan Tengah (di dalamnya ada juga transmigrasi) saja terbukti meninggalkan sejuta masalah dan sejuta bencana (banjir saat hujan, kabut asap ketika kemarau, perampasan lahan, pembabatan kayu gratis, dsb). Sehingga proyek lahan gambut 1 juta hektar layak disebut PROYEK SEJUTA DUSTA – SEJUTA DURHAKA. Sampai tahun 2012 saja ada 439 kasus konflik akibat pencaplokan lahan di Kalimantan (rimanewscom 31/5/15) yang mengorbankan hak-hak masyarakat pribumi. Dimana konflik itu belum tuntas dan justru semakin bertambah. Melaksanakan program transmigrasi ini sama saja menciptakan semakin banyak pelanggaran agraria, khususnya perampasan lahan masyarakat lokal.
5. Luas Pulau Kalimantan itu 54,9 juta hektar, sekitar 78 % atau sekitar 43,08 juta hektar sudah dikavling untuk perusahaan tambang, sawit, HPH, migas, dsb.[3] Artinya sisa yg diperuntukan bagi rakyat hanya 11,8 juta hektar. Dengan mengeluarkan izin sedahsyat itu Pemerintah SUDAH MEMBUNUH masyarakat pribumi, dan menanam bencana di masa depan atas nama pertumbuhan ekonomi saat ini. JIKA DIAMBIL LAGI SISA LAHAN 11,8 JUTA ITU SELUAS (anggap saja 9 JUTA), BERARTI SISA KAWASAN BUAT MASYARAKAT PRIBUMI HANYA 2,1 JUTA HEKTAR. Program ini bertentangan dengan rasa keadilan bagi warga pribumi, sehingga nilai-nilai Pancasila sila kelima dilanggar oleh Perencana Program, yakni pemerintah.
BERPOTENSI MERUSAK EKOSISTEM DAN MEMICU LAJU PEMANASAN GLOBAL
6. Kawasan yang dituju hutan terakhir di Pulau Borneo, sebagai pabrik oksigen serta bank bagi flora dan fauna. Mengubah kawasan hutan menjadi kebun dan pemukiman atas nama kemajuan ekonomi otomatis mengubah ekosistem Borneo. Sekarang Borneo sedang sangat kritis oleh penggundulan hutan, penambangan yg masif serta akan semakin kritis akibat 78 % kawasan yg sudah dialokasikan untuk investasi.
7. Membuka hutan 9 juta hektar dengan serta merta akan menambah beban baru bagi dunia. Karena Borneo sebagai paru-paru dunia menjadi kehilangan arti atau tidak sehat lagi. Jika program itu berjalan, maka akan mengakibatkan dua bencana, pada musim kemarau akan terjadi kebakaran hutan dan kabut asap yg kronis, sementara pada musim penghujan akan menyebabkan banjir yg dahsyat. Kami masyarakat pribumi menolak rencana ini dikarenakan kami dan anak-anak kami yg akan menjadi korban pertama jika bencana itu terjadi.
MELUKAI ASAS KEADILAN, MERAMPAS HAK-HAK PRIBUMI
8. Dari sisa kavlingan investasi 11,8 juta dikurangi 9 juta hektar, maka tersisa 2,1 juta hektar. Jika dibagi kepada puak pribumi (Dayak, Melayu, Banjar, Kutai) di Kalimantan yang berjumlah sekitar 10 juta jiwa (berdasarkan sensus tahun 2010), maka masing-masing orang mendapatkan lahan 2.100 meter persegi. Jika dibandingkan dengan transmigran yg mendapatkan 20.000 meter persegi (2 hektar) serta tambahan lahan sawit 3 hektar, program ini sangat-sangat menodai rasa keadilan. INILAH PERAMPASAN PALING DAHSYAT sejak Indonesia terbentuk.
9. Berdasarkan penelitian Darmae Nasir, Ph.D pada kawasan transmigrasi sebelumnya, akibat kehadiran transmigrasi, penduduk lokal atau pribumi merasa tersisih. Mereka merasa terjajah ditanah leluhurnya oleh program-program yg tidak adil. Dalam sebuah permukiman transmigrasi dibangun dan disediakan berbagai fasilitas, pesertanya mendapatkan rumah, ternak, peralatan pertanian, biaya hidup selama dua tahun, pupuk, pelatihan, lahan yg siap olah dan besertipikat. Sehingga mereka benar-benar difasilitasi oleh pemerintah. Namun ini bertolak belakang dengan penduduk setempat yg sudah ribuan tahun ada di sana. Dimana tanah dan kawasan masyarakat lokal sampai sejauh ini belum diakui oleh pemerintah, tidak pernah disentuh dengan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan sebagaimana layaknya hak-hak sebagai warga negara.
KAUM PRIBUMI BUKAN MENOLAK ETNIS TERTENTU à NAMUN MENOLAK DOMINASI POLITIK ETNIK MAYORITAS KEPADA ETNIK MINORITAS
10. Memindahkan 4 juta kepala keluarga (1 kk = 2 anggota, suami dan istri, belum termasuk anak) atau berjumlah 8 juta orang ke kawasan Kalimantan, dengan serta-merta menjadikan puak lokal atau pribumi di sini sebagai kalangan minoritas. Puak manapun, tidak ingin menjadi minoritas di kampung halamannya. Karena hal itu bukan saja berdampak kepada politik praktis, namun politik ekonomi, politik penganggaran, politik sosial budaya, politik perwakilan, politik pembuatan Undang-Undang (perda, pergub, perbub/perkot), dsb.
11. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu menyelesaikan persoalan lama (kemiskinan di Jawa) dengan membuat persoalan baru di Kalimantan.
KALIMANTAN PERLU KEADILAN à BUKAN TRANSMIGRASI
12. Sejak bergabung dengan NKRI, hak-hak kami pribumi sebagai Kalimantan atas tanah dan ulayat, selama ini tidak diakui oleh pemerintah. Terbukti dengan banyaknya perampasan dan pencaplokan kawasan warga di Kalimantan dengan atas nama investasi yang diputuskan secara sepihak pemerintah. Kalimantan selama ini menjadi lumbung SDA (Kayu, Sawit, Batubara, dsb) yang menghidupi pulau Jawa. Ribuan triliun rupiah sumber daya sudah dikeruk dari pulau ini, namun alokasi dana untuk penyediaan infrastruktur, pengembangan masyarakat dan sumber daya manusia dianak-tirikan. Dikarenakan sistem pembagian keuangan negara berdasarkan jumlah penduduk, bukan berdasarkan darimana sumber uang itu berasal.
13. JIKA pemerintah Indonesia (khususnya Presiden Joko Widodo) ingin membangun Kalimantan, maka (1) berikan anggaran yg sesuai dengan luas kawasan dan jumlah sumbangan Kalimantan ke Indonesia, (2) bangun infrakstruktur perbatasan dengan tetap mempertahankan fungsi hutannya sebagai pabrik OKSIGEN dan PARU-PARU DUNIA, (3) moratorium perizinan baru (ingat 78 % Kalimantan sudah dikuasai Kapitalis), (4) utamakan hak-hak warga lokal dalam pengakuan kawasan, pengelolaan kawasan, (5) bangun infrastruktur pendidikan dan kesehatan di KALIMANTAN, (6) tuntaskan persoalan agraria yg merugikan masyarakat pribumi, (7) sahkan RUU Masyarakat Adat.
http://pojoksatu.id/…/9-juta-hektar-lahan-disiapkan-untuk-…/
[2] Menteri Marwan Akui Transmigrasi Picu Adanya Konflik
http://www.cnnindonesia.com/…/menteri-marwan-akui-transmig…/
[3] The Borneo izinland dalam kaltimpost (29/11/2014).
Dengan demikian
1. MENOLAK DENGAN TEGAS PROGRAM TRANSMIGRASI BARU KE KALIMANTAN
2. PEMERINTAH PUSAT MEMPERHATIKAN KEADILAN BAGI MASYARAKAT PRIBUMI, MENJALANKAN AMANAT KEPUTUSAN MK NO. No. 35/PUU-X/2012 TENTANG HUTAN ADAT.
Salam sejahtera
Masyarakat adat dayak

Friday, June 17, 2016

MINDSET PENYEMBUHAN PENYAKIT

Salam SEHAT, 

Kami sedang antri periksa kesehatan. Dokter yang kami kunjungi ini termasuk dokter sepuh –berusia sekitar tujuh puluhan- spesialis penyakit “Silakan duduk,” sambut dr.Paulus. Aku duduk di depan meja kerjanya, mengamati pria sepuh berkacamata ini yang sedang sibuk menulis identitasku di kartu pasien. “Apa yang dirasakan, Mas?” Aku pun bercerita tentang apa yang kualami sejak 2013 hingga saat ini. Mulai dari awal merasakan sakit maag, peristiwa-peristiwa kram perut, ambruk berkali-kali, gejala dan vonis tipes, pengalaman opnam dan endoskopi, derita GERD, hingga tentang radang duodenum dan praktek tata pola makan Food Combining yang kulakoni. “Kalau kram perutnya sudah enggak pernah lagi, Pak,” ungkapku, “Tapi sensasi panas di dada ini masih kerasa, panik juga cemas, mules, mual. Kalau telat makan, maag saya kambuh. Apalagi setelah beberapa bulan tata pola makan saya amburadul lagi.” “Tapi buat puasa kuat ya?” “Kuat, Pak.” “Orang kalau kuat puasa, harusnya nggak bisa kena maag!” Aku terbengong, menunggu penjelasan. “Asam lambung itu,” terang Pak Paulus, “Diaktifkan oleh instruksi otak kita. Kalau otak kita bisa mengendalikan persepsi, maka asam lambung itu akan nurut sendiri. Dan itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang puasa.” “Maksudnya, Pak?” “Orang puasa ‘kan malamnya wajib niat to?” “Njih, Pak.” “Nah, niat itulah yang kemudian menjadi kontrol otak atas asam lambung. Ketika situ sudah bertekad kuat besok mau puasa, besok nggak makan sejak subuh sampai maghrib, itu membuat otak menginstruksikan kepada fisik biar kuat, asam lambung pun terkendali. Ya kalau sensasi lapar memang ada, namanya juga puasa. Tapi asam lambung tidak akan naik, apalagi sampai parah. Itu syaratnya kalau situ memang malamnya sudah niat mantap. Kalau cuma di mulut bilang mau puasa tapi hatinya nggak mantap, ya tetap nggak kuat. Makanya niat itu jadi kewajiban, ‘kan?” “Iya, ya, Pak,” aku manggut-manggut nyengir. “Manusia itu, Mas, secara ilmiah memang punya tenaga cadangan hingga enam puluh hari. Maksudnya, kalau orang sehat itu bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dalam keadaan sadar selama dua bulan. Misalnya puasa dan buka-sahurnya cuma minum sedikit. Itu kuat. Asalkan tekadnya juga kuat.” Aku melongo lagi. “Makanya, dahulu raja-raja Jawa itu sebelum jadi raja, mereka tirakat dulu. Misalnya puasa empat puluh hari. Bukanya cuma minum air kali. Itu jaman dulu ya, waktu kalinya masih bersih. Hahaha,” ia tertawa ringan, menambah rona wajahnya yang memang kelihatan masih segar meski keriput penanda usia. Kemudian ia mengambil sejilid buku di rak sebelah kanan meja kerjanya. Ya, ruang praktek dokter dengan rak buku. Keren sekali. Aku lupa judul dan penulisnya. Ia langsung membuka satu halaman dan menunjukiku beberapa baris kalimat yang sudah distabilo hijau. “Coba baca, Mas: ‘mengatakan adalah mengundang, memikirkan adalah mengundang, meyakini adalah mengundang’. Jadi kalau situ memikirkan; ‘ah, kalau telat makan nanti asam lambung saya naik’, apalagi berulang-ulang mengatakan dan meyakininya, ya situ berarti mengundang penyakit itu. Maka benar kata orang-orang itu bahwa perkataan bisa jadi doa. Nabi Musa itu, kalau kerasa sakit, langsung mensugesti diri; ah sembuh. Ya sembuh. Orang-orang debus itu nggak merasa sakit saat diiris-iris kan karena sudah bisa mengendalikan pikirannya. Einstein yang nemuin bom atom itu konon cuma lima persen pendayagunaan otaknya. Jadi potensi otak itu luar biasa,” papar Pak Paulus. “Jadi kalau jadwal makan sembarangan berarti sebenarnya nggak apa-apa ya, Pak?” “Nah, itu lain lagi. Makan harus tetap teratur, ajeg, konsisten. Itu agar menjaga aktivitas asam lambung juga. Misalnya situ makan tiga kali sehari, maka jarak antara sarapan dan makan siang buatla sama dengan jarak antara makan siang dan makan malam. Misalnya, sarapan jam enam pagi, makan siang jam dua belas siang, makan malam jam enam petang. Kalau siang, misalnya jam sebelas situ rasanya nggak sempat makan siang jam dua belas, ya niatkan saja puasa sampai sore. Jangan mengundur makan siang ke jam dua misalnya, ganti aja dengan minum air putih yang banyak. Dengan pola yang teratur, maka organ di dalam tubuh pun kerjanya teratur. Nah, pola teratur itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang yang puasa dengan waktu buka dan sahurnya.” “Ooo, gitu ya Pak,” sahutku baru menyadari. “Tapi ya itu tadi. Yang lebih penting adalah pikiran situ, yakin nggak apa-apa, yakin sembuh. Allah sudah menciptakan tubu kita untuk menyembuhkan diri sendiri, ada mekanismenya, ada enzim yang bekerja di dalam tubuh untuk penyembuhan diri. Dan itu bisa diaktifkan secara optimal kalau pikiran kita optimis. Kalau situ cemas, takut, kuatir, justru imunitas situ turun dan rentan sakit juga.” Pak Paulus mengambil beberapa jilid buku lagi, tentang ‘enzim kebahagiaan’ endorphin, tentang enzim peremajaan, dan beberapa tema psiko-medis lain tulisan dokter-dokter Jepang dan Mesir. “Situ juga berkali-kali divonis tipes ya?” “Iya, Pak.” “Itu salah kaprah.” “Maksudnya?” “Sekali orang kena bakteri thypoid penyebab tipes, maka antibodi terhadap bakteri itu bisa bertahan dua tahun. Sehingga selama dua tahun itu mestinya orang tersebut nggak kena tipes lagi. Bagi orang yang fisiknya kuat, bisa sampai lima tahun. Walaupun memang dalam tes widal hasilnya positif, tapi itu bukan tipes. Jadi selama ini banyak yang salah kaprah, setahun sampai tipes dua kali, apalagi sampai opnam. Itu biar rumah sakitnya penuh saja. Kemungkinan hanya demam biasa.” “Haah?” “Iya Mas. Kalaupun tipes, nggak perlu dirawat di rumah sakit sebenarnya. Asalkan dia masih bisa minum, cukup istirahat di rumah dan minum obat tipes. Sembuh sudah. Dulu, pernah di RS Sardjito, saya anjurkan agar belasan pasien tipes yang nggak mampu, nggak punya asuransi, rawat jalan saja. Yang penting tetep konsumsi obat dari saya, minum yang banyak, dan tiap hari harus cek ke rumah sakit, biayanya gratis. Mereka nurut. Itu dalam waktu maksimal empat hari sudah pada sembuh. Sedangkan pasien yang dirawat inap, minimal baru bisa pulang setelah satu minggu, itupun masih lemas.” “Tapi ‘kan pasien harus bedrest, Pak?” “Ya ‘kan bisa di rumah.” “Tapi kalau nggak pakai infus ‘kan lemes terus Pak?” “Nah situ nggak yakin sih. Saya yakinkan pasien bahwa mereka bisa sembuh. Asalkan mau nurut dan berusaha seperti yang saya sarankan itu. Lagi-lagi saya bilang, kekuatan keyakinan itu luar biasa lho, Mas.” Dahiku berkernyit. Menunggu lanjutan cerita. “Dulu,” lanjut Pak Paulus, “Ada seorang wanita kena kanker payudara. Sebelah kanannya diangkat, dioperasi di Sardjito. Nggak lama, ternyata payudara kirinya kena juga. Karena nggak segera lapor dan dapat penanganan, kankernya merembet ke paru-paru dan jantung. Medis di Sardjito angkat tangan. Dia divonis punya harapan hidup maksimal hanya empat bulan.” “Lalu, Pak?” tanyaku antusias. “Lalu dia kesini ketemu saya. Bukan minta obat atau apa. Dia cuma nanya; ‘Pak Paulus, saya sudah divonis maksimal empat bulan. Kira-kira bisa nggak kalau diundur jadi enam bulan?’ Saya heran saat itu, saya tanya kenapa. Dia bilang bahwa enam bulan lagi anak bungsunya mau nikah, jadi pengen ‘menangi’ momen itu.” “Waah.. Lalu, Pak?” “Ya saya jelaskan apa adanya. Bahwa vonis medis itu nggak seratus persen, walaupun prosentasenya sampai sembilan puluh sembilan persen, tetap masih ada satu persen berupa kepasrahan kepada Tuhan yang bisa mengalahkan vonis medis sekalipun. Maka saya bilang; sudah Bu, situ nggak usah mikir bakal mati empat bulan lagi. Justru situ harus siap mental, bahwa hari ini atau besok situ siap mati. Kapanpun mati, siap! Begitu, situ pasrah kepada Tuhan, siap menghadap Tuhan kapanpun. Tapi harus tetap berusaha bertahan hidup.” Aku tambah melongo. Tak menyangka ada nasehat macam itu. Kukira ia akan memotivasi si ibu agar semangat untuk sembuh, malah disuruh siap mati kapanpun. O iya, mules mual dan berbagai sensasi ketidaknyamanansudah tak kurasakan lagi. “Dia mau nurut. Untuk menyiapkan mental siap mati kapanpun itu dia butuh waktu satu bulan. Dia bilang sudah mantap, pasrah kepada Tuhan bahwa dia siap. Dia nggak lagi mengkhawatirkan penyakit itu, sudah sangat enjoy. Nah, saat itu saya cuma kasih satu macam obat. Itupun hanya obat anti mual biar dia tetap bisa makan dan punya energi untuk melawan kankernya. Setelah hampir empat bulan, dia check-up lagi ke Sardjito dan di sana dokter yang meriksa geleng-geleng. Kankernya sudah berangsur-angsur hilang!” “Orangnya masih hidup, Pak?” “Masih. Dan itu kejadian empat belas tahun lalu.” “Wah, wah, wah..” “Kejadian itu juga yang menjadikan saya yakin ketika operasi jantung dulu.” “Lhoh, njenengan pernah Pak?” “Iya. Dulu saya operasi bedah jantung di Jakarta. Pembuluhnya sudah rusak. Saya ditawari pasang ring. Saya nggak mau. Akhirnya diambillah pembuluh dari kaki untuk dipasang di jantung. Saat itu saya yakin betul sembuh cepat. Maka dalam waktu empat hari pasca operasi, saya sudah balik ke Jogja, bahkan dari bandara ke sini saya nyetir sendiri. Padahal umumnya minimal dua minggu baru bisa pulang. Orang yang masuk operasi yang sama bareng saya baru bisa pulang setelah dua bulan.” Pak Paulus mengisahkan pengalamannya ini dengan mata berbinar. Semangatnya meluap-luap hingga menular ke pasiennya ini. Jujur saja, penjelasan yang ia paparkan meningkatkan harapan sembuhku dengan begitu drastis. Persis ketika dua tahun lalu pada saat ngobrol dengan Bu Anung tentang pola makan dan kesehatan. Semangat menjadi kembali segar! “Tapi ya nggak cuma pasrah terus nggak mau usaha. Saya juga punya kenalan dokter,” lanjutnya, “Dulu tugas di Bethesda, aslinya Jakarta, lalu pindah mukim di Tennessee, Amerika. Di sana dia kena kanker stadium empat. Setelah divonis mati dua bulan lagi, dia akhirnya pasrah dan pasang mental siap mati kapanpun. Hingga suatu hari dia jalan-jalan ke perpustakaan, dia baca-baca buku tentang Afrika. Lalu muncul rasa penasaran, kira-kira gimana kasus kanker di Afrika. Dia cari-cari referensi tentang itu, nggak ketemu. Akhirnya dia hubungi kawannya, seorang dokter di Afrika Tengah. Kawannya itu nggak bisa jawab. Lalu dihubungkan langsung ke kementerian kesehatan sana. Dari kementerian, dia dapat jawaban mengherankan, bahwa di sana nggak ada kasus kanker. Nah dia pun kaget, tambah penasaran.” Pak Paulus jeda sejenak. Aku masih menatapnya penuh penasaran juga, “Lanjut, Pak,” benakku. “Beberapa hari kemudian dia berangkat ke Afrika Tengah. Di sana dia meneliti kebiasaan hidup orang-orang pribumi. Apa yang dia temukan? Orang-orang di sana makannya sangat sehat. Yaitu sayur-sayuran mentah, dilalap, nggak dimasak kayak kita. Sepiring porsi makan itu tiga perempatnya sayuran, sisanya yang seperempat untuk menu karbohidrat. Selain itu, sayur yang dimakan ditanam dengan media yang organik. Pupuknya organik pake kotoran hewan dan sisa-sisa tumbuhan. Jadi ya betul-betul sehat. Nggak kayak kita, sudah pupuknya pakai yang berbahaya, eh pakai dimasak pula. Serba salah kita. Bahkan beras merah dan hitam yang sehat-sehat itu, kita nggak mau makan. Malah kita jadikan pakan burung, ya jadinya burung itu yang sehat, kitanya sakit-sakitan.” Keterangan ini mengingatkanku pada obrolan dengan Bu Anung tentang sayur mayur, menu makanan serasi, hingga beras sehat. Pas sekali. “Nah dia yang awalnya hanya ingin tahu, akhirnya ikut-ikutan. Dia tinggal di sana selama tiga mingguan dan menalani pola makan seperti orang-orang Afrika itu.” “Hasilnya, Pak?” “Setelah tiga minggu, dia kembali ke Tennessee. Dia mulai menanam sayur mayur di lahan sempit dengan cara alami. Lalu beberapa bulan kemudian dia check-up medis lagi untuk periksa kankernya,” “Sembuh, Pak?” “Ya! Pemeriksaan menunjukkan kankernya hilang. Kondisi fisiknya berangsur-angsur membaik. Ini buki bahwa keyakinan yang kuat, kepasrahan kepada Tuhan, itu energi yang luar biasa. Apalagi ditambah dengan usaha yang logis dan sesuai dengan fitrah tubuh. Makanya situ nggak usah cemas, nggak usah takut..” Takjub, tentu saja. Pada momen ini Pak Paulus menghujaniku dengan pengalaman-pengalamannya di dunia kedokteran, tentang kisah-kisah para pasien yang punya optimisme dan pasien yang pesimis. Aku jadi teringat kisah serupa yang menimpa alumni Madrasah Huffadh Al-Munawwir, pesantren tempatku belajar saat ini. Singkatnya, santri ini mengidap tumor ganas yang bisa berpindah-pindah benjolannya. Ia divonis dokter hanya mampu bertahan hidup dua bulan. Terkejut atas vonis ini, ia misuh-misuh di depan dokter saat itu. Namun pada akhirnya ia mampu menerima kenyataan itu. Ia pun bertekad menyongsong maut dengan percaya diri dan ibadah. Ia sowan ke Romo Kiai, menyampaikan maksudnya itu. Kemudian oleh Romo Kiai, santri ini diijazahi (diberi rekomendasi amalan) Riyadhoh Qur’an, yakni amalan membaca Al-Quran tanpa henti selama empat puluh hari penuh, kecuali untuk memenuhi hajat dan kewajiban primer. Riyadhoh pun dimulai. Ia lalui hari-hari dengan membaca Al-Quran tanpa henti. Persis di pojokan aula Madrasah Huffadh yang sekarang. Karena merasa begitu dingin, ia jadikan karpet sebagai selimut. Hari ke tiga puluh, ia sering muntah-muntah, keringatnya pun sudah begitu bau. Bacin, mirip bangkai tikus,kenang narasumber yang menceritakan kisah ini padaku. Hari ke tiga puluh lima, tubuhnya sudah nampak lebih segar, dan ajaibnya; benjolan tumornya sudah hilang. Selepas rampung riyadhoh empat puluh hari itu, dia kembali periksa ke rumah sakit di mana ia divonis mati. Pihak rumah sakit pun heran. Penyakit pemuda itu sudah hilang, bersih, dan menunjukkan kondisi vital yang sangat sehat! Aku pribadi sangat percaya bahwa gelombang yang diciptakan oleh ritual ibadah bisa mewujudkan energi positif bagi fisik. Khususnya energi penyembuhan bagi mereka yang sakit. Memang tidak mudah untuk sampai ke frekuensi itu, namun harus sering dilatih. Hal ini diiyakan oleh Pak Paulus. “Untuk melatih pikiran biar bisa tenang itu cukup dengan pernapasan. Situ tarik napas lewat hidung dalam-dalam selama lima detik, kemudian tahan selama tiga detik. Lalu hembuskan lewat mulut sampai tuntas. Lakukan tujuh kali setiap sebelum Shubuh dan sebelum Maghrib. Itu sangat efektif. Kalau orang pencak, ditahannya bisa sampai tuuh detik. Tapi kalau untuk kesehatan ya cukup tiga detik saja.” Nah, anjuran yang ini sudah kupraktekkan sejak lama. Meskipun dengan tata laksana yang sedikit berbeda. Terutama untuk mengatasi insomnia. Memang ampuh. Yakni metode empat-tujuh-delapan. Ketika merasa susah tidur alias insomnia, itu pengaruh pikiran yang masih terganggu berbagai hal. Maka pikiran perlu ditenangkan, yakni dengan pernapasan. Tak perlu obat, bius, atau sejenisnya, murah meriah. Pertama, tarik napas lewat hidung sampai detik ke empat, lalu tahan sampai detik ke tujuh, lalu hembuskan lewat mulut pada detik ke delapan. Ulangi sebanyak empat sampai lima kali. Memang iya mata kita tidak langsung terpejam ngantuk, tapi pikiran menadi rileks dan beberapa menit kemudian tanpa terasa kita sudah terlelap. Awalnya aku juga agak ragu, tapi begitu kucoba, ternyata memang ampuh. Bahkan bagi yang mengalami insomnia sebab rindu akut sekalipun. “Gelombang yang dikeluarkan oleh otak itu punya energi sendiri, dan itu bergantung dari seberapa yakin tekad kita dan seberapa kuat konsentrasi kita,” terangnya, “Jadi kalau situ sholat dua menit saja dengan khusyuk, itu sinyalnya lebih bagus ketimbang situ sholat sejam tapi pikiran situ kemana-mana, hehehe.” Duh, terang saja aku tersindir di kalimat ini. “Termasuk dalam hal ini adalah keampuhan sholat malam. Sholat tahajud. Itu ketika kamu baru bangun di akhir malam, gelombang otak itu pada frekuensi Alpha. Jauh lebih kuat daripada gelombang Beta yang teradi pada waktu Isya atau Shubuh. Jadi ya logis saja kalau doa di saat tahajud itu begitu cepat ‘naik’ dan terkabul. Apa yang diminta, itulah yang diundang. Ketika tekad situ begitu kuat, ditambah lagi gelombang otak yang lagi kuat-kuatnya, maka sangat besar potensi terwujud doa-doa situ.” Tak kusangka Pak Paulus bakal menyinggung perihal sholat segala. Aku pun ternganga. Ia menunjukkan sampul buku tentang ‘enzim panjang umur’. “Tubuh kita ini, Mas, diberi kemampuan oleh Allah untuk meregenerasi sel-sel yang rusak dengan bantuan enzim tertentu, populer disebut dengan enzim panjang umur. Secara berkala sel-sel baru terbentuk, dan yang lama dibuang. Ketika pikiran kita positif untuk sembuh, maka yang dibuang pun sel-sel yang terkena penyakit. Menurut penelitian, enzim ini bisa bekerja dengan baik bagi mereka yang sering merasakan lapar dalam tiga sampai empat hari sekali.” Pak Paulus menatapku, seakan mengharapkan agar aku menyimpulkan sendiri. “Puasa?” “Ya!” “Senin-Kamis?” “Tepat sekali! Ketika puasa itu regenerasi sel berlangsung dengan optimal. Makanya orang puasa sebulan itu juga harusnya bisa jadi detoksifikasi yang ampuh terhadap berbagai penyakit.” Lagi-lagi,aku manggut-manggut. Tak asing dengan teori ini. “Pokoknya situ harus merangsang tubuh agar bisa menyembuhkan diri sendiri. Jangan ketergantungan dengan obat. Suplemen yang nggak perlu-perlu amat,nggak usahlah. Minum yang banyak, sehari dua liter, bisa lebih kalau situ banyak berkeringat, ya tergantung kebutuhan. Tertawalah yang lepas, bergembira, nonton film lucu tiap hari juga bisa merangsang produksi endorphin, hormon kebahagiaan. Itu akan sangat mempercepat kesembuhan. Penyakit apapun itu! Situ punya radang usus kalau cemas dan khawatir terus ya susah sembuhnya. Termasuk asam lambung yang sering kerasa panas di dada itu.” Terus kusimak baik-baik anjurannya sambil mengelus perut yang tak lagi terasa begah. Aneh. “Tentu saja seperti yang saya sarankan, situ harus teratur makan, biar asam lambung bisa teratur juga. Bangun tidur minum air hangat dua gelas sebelum diasupi yang lain. Ini saya kasih vitamin saja buat situ, sehari minum satu saja. Tapi ingat, yang paling utama adalah kemantapan hati, yakin, bahwa situ nggak apa-apa. Sembuh!” Begitulah. Perkiraanku yang tadinya bakal disangoni berbagai macam jenis obat pun keliru. Hanya dua puluh rangkai kaplet vitamin biasa, Obivit, suplemen makanan yang tak ada kaitannya dengan asam lambung apalagi GERD. Hampir satu jam kami ngobrol di ruang praktek itu, tentu saja ini pengalaman yang tak biasa. Seperti konsultasi dokter pribadi saja rasanya. Padahal saat keluar, kulihat masih ada dua pasien lagi yang kelihatannya sudah begitu jengah menunggu. “Yang penting pikiran situ dikendalikan, tenang dan berbahagia saja ya,” ucap Pak Paulus sambil menyalamiku ketika hendak pamit. Dan jujur saja, aku pulang dalam keadaan bugar, sama sekali tak merasa mual, mules, dan saudara-saudaranya. Terima kasih Pak Paulus. Kadipiro Yogyakarta, 2016 copy dari sebelah