Tuesday, December 2, 2014
Monday, December 1, 2014
SYAIR KERAJAAN TIKUS
PENGANTAR
Ini
kisah fiktif yang bersifat satir metaforis bagi yang bisa memaknai nya, bagi
yang tidak setuju silahkan membuat karya sendiri yang lebih baik. Semoga
bermanfaat. Amien
I
PENDAHULUAN
Tersebut
di dalam suatu cerita,
terjadi
di negeri antah berantah,
terjadi
di zaman sangat baheula,
tentang
kerakusan sangat tercela.
Inilah kisah
kerajaan tikus,
rajanya
gagah, gemuk, dan rakus,
bau memancar
seperti kakus,
walau
badannya sudah dibungkus.
Kerajaan
punya banyak aturan,
tak ada
bagian yang terlewatkan,
dari yang
pribadi sampai kerjaan,
juga
kehakiman dan kejaksaan.
II
Binatang
lain memandang aneh,
banyak
sekali kerja nyeleneh,
dari yang
rumit sampai yang remeh,
ditempat
sepi ataupun rame.
Golongan
tikus banyak berpartai,
ngomongnya
banyak sambil bertikai,
rapat habisi
makanan bertangkai-tangkai,
tapi
hasilnya?.....tidak terpakai.
Itulah tikus
yang sedang rapat,
suaranya
riuh menciat-ciat,
bergerak
gaduh ke timur barat,
Dasar!....binatang
pengerat.
III
Rajapun
punya banyak menteri,
setiap
golongan pasti diberi,
peduli
pengerat atau pengiri,
yang penting
aman raja sendiri.
Rajanya
sangat senang bersolek,
didepan kaca
berbolak-balek,
rambutnya
rapi bajunya molek,
ngomongnya...bak
dalang wayang golek.
Tutur
katanya sangat dijaga,
kalau bicara
bisa diduga,
bersama
istri serta penjaga,
bersama
menteri seringlah juga.
IV
Di negeri
tikus komite banyak,
disana
berkumpul tukang teriak,
berkumpul
juga para pembalak,
hebatnya...?ada
pula mantan pembajak.
Setiap hari
kerjanya rapat,
idenya
tinggi melompat-lompat,
belumlah dua
langsung ke empat,
kalau
dibantah langsung mengumpat.
Adapula yang
jadi aparat,
dari
golongan tikus pengerat,
bongkar
korupsi sampai ke urat,
ternyata
masih juga kena jerat.
V
Di negeri
tikus banyak yang ganjil,
jalanan
rusak banyak dicungkil,
tembok
dijebol memakai martil,
ATK
kantor?banyak diambil.
Apalah lagi
adiminstrasi,
kertas
dimakan seperti nasi,
begitu juga
soal kontruksi
semen
dilahap bersama besi.
Katanya
tinggal dihutan subur,
rakyatnya
miskin makannya bubur,
banyak
betina jadi pengibur,
ataupun mati
tiada berkubur.
VI
Berbeda lagi
si tikus hutan,
berbolak-balik
seperti setan,
terutama
yang urusi deptan,
ternyata...ikut
selundupkan rotan.
Karena
kerajaan di hutan tropis,
urusan tani
jadi strategis,
si tikus
sawah menyusun basis,
proyek
didapat teman sebaris.
Si tikus
kota tidak bertugas berat,
karena
sekolahnya dulu di barat,
jabatannya
tinggi jadi penasehat,
yang sangat
piawai kalau berdebat.
VII
Ada yang
khusus di kerajaan tikus,
jadi apapun
haruslah rakus,
bermodal
dengkul dapat seratus,
sebagai jasa
karena pengurus.
Dasar memang
tikus pengerat,
banyak
sedikit yang penting dapat,
peduli apa
rakyat melarat,
terserah
saja negeri sekarat.
Apalah lagi
yang dekat raja,
bisa meminta
berapapun saja,
untuk
pelicin setiap meja,
habis
separuh?...ah biasa saja.
VIII
Di kerajaan
ada palemen,
golongan
tikus banyak komponen,
dipilih
rakyat di musim panen,
elit
sekaleee...dan juga keren.
Para anggota
rajin berkumpul,
ada yang
cerdas ada yang tumpul,
ada yang
keriting ada pula yang gundul,
pokoknya.....amburaduuuuuul.
Kerjanya
sungguh enak sekali,
cuma omong
dan umbar janji,
setiap tikus
dapat mobil sebiji,
dan
parahnya?...masih minta naik gaji.
IX
Setiap tahun
wakil berkumpul,
membahas
sawah mau digundul,
sambil
berfikir gimana ngibul,
itulah kalau
perutnya gembuuuuul.
Ada pula
yang teriak-teriak,
bagaikan
lakon panggung ketoprak,
kawan-kawannya
bersorak-sorak,
saking
semangatnya?ada yang terberak.
Ada pula
yang enak tidur,
sambil
ngorok kaki terjulur,
tak sadar
sampai meleleh liur,
parahnya
lagi?...sempat pula ngelindur.
X
Setiap
sarang ada bupati,
kuasanya
hebat setengah mati,
pegawai
harus pintar ambil hati,
supaya
dikasih beras sepeti.
Bupati tikus
banyak yang pongah,
merasa diri
selalu gagah,
mobilnya
bagus rumahnya megah,
kemana-mana
bawa penjaga.
Kalaulah
habis masa kuasa,
diganti
istri anakpun bisa,
asalkan
banyak emas suasa,
dan pandai
pula cakap berbusa.
XI
Janganlah
lupa tikus pebisnis,
mobilnya
baru serta kelimis,
wajahnya
tampan dihias kumis,
kalau bicara
mulutnya manis.
Datang ke
raja membungkuk-bungkuk,
saking
bungkuknya seperti duduk,
kalau bicara
sambil menunduk,
dasar...licik
kayak pelanduk.
Bawa
proposal tebal sebantal,
padahal yang
bikin si tukang rental,
merengek-rengek
membikin kesal,
cuma itulah
ternyata modal.
XII
prihatin
tikus pengumpul padi,
sore
mengerat sampai ke pagi,
habis
bekerja?bekerja lagi,
sampai
ompoonggg semua gigi.
Itulah kalau
tikus serakah,
diatas
lumbung raja bertakhta,
sambil
mengerat mana yang suka,
rakyat
kelaparan?...pura-pura buta.
Para menteri
juga punya lumbung,
amalkan ilmu
si aji mumpung,
pundi-pundinya
penuh menggelembung,
tuk anak
turunan sambung menyambung.
XIII
Tengoklah
pula dikantor-kantor,
fisiknya
bagus lakunya kotor,
yang kecil
harus rajin menyetor,
pada atasan
atau supervisor.
Si Raja
tikus sering teriak,
untuk
berantas sistem yang rusak,
tapi semua
berpura pekak,
sambil
mengangguk berpurak-purak.
Binatang
luar banyak yang heran,
potensi
hutan banyak berlimpahan,
tapi
rakyatnya tetap kelaparan,
dan tidur
diemper beralas koran.
XIV
Terdapat
juga tikus baik,
ingatkan
sebelum kerajaan terbalik,
tapi?malah
akan kecelik,
dituduh
teroris dijeruji bilik.
Ada pula si
tikus korban,
dengan
pejabat sama-sama makan,
awalnya
kawan sebelum ketahuan,
terbuka
busuk minggat jadi imigran.
Kini semua
tikus blingsatan,
parahnya
negeri bak lingkaran setan,
hutang
menumpuk sebanyak lautan,
korupsi
mengganas tak bisa disebutkan.
XV
Dengarlah
kata pahlawan tikus,
ciri-ciri
kerajaan yang akan hangus,
keadilan
banyak yang terberangus,
maksiat
subur bagaikan humus.
Apapun dihutan
akan dikerat,
yang rusak
ringan maupun berat,
yang ada
timur atau di barat,
yang ada
dilaut atau di darat.
Tikus yang
kaya semakin kaya,
yang miskin
makin tidak berdaya,
yang kuasa
akan tambah berjaya,
yang lemah
selalu teraniaya.
XVI
Sangatlah mahal
bangun infrastruktur,
baru
sebentar sudah hancur,
direhab lagi
dana mengucur,
tak
sudah-sudah sampai ke kubur.
Tengoklah
pula tikus di kota,
Rumah yang
mewah megah tertata,
berdekatan
dengan gubuk derita,
yah...apalah
lagi mau dikata.
Itulah kalau
kerajaan timpang,
uang dipakai
untuk menimbang.,
apapun bisa
dibuat dagang.
asal sesuai
irama gendang.
XVII
Syairku ini
bagai guyonan,
tapi
tersirat banyak ajaran,
dilihat
sendiri yang dilapangan,
atau
informasi dari teman.
Kerajaan
tikus menjelang hancur,
semua aspek
berjalan mundur,
segalanya
makin tidak teratur,
tinggallah
kita sedih menekur.
Wahai kawan
kita mulai,
bermula dari
diri sendiri,
marilah kita
sadarkan diri,
agar tak
murka Sang Maha Pemberi.
PENUTUP
XVIII
Hidup di
dunia hanya sebentar,
malaikat
maut tak pernah gentar,
tak bisa
disogok atau dibayar,
tak pula
bisa tawar menawar.
Wahai
sahabat pencinta syair,
hidup di
dunia bagai musafir,
hanya
sebentar akan berakhir,
dikubur
dipalu munkar dan nakir.
Terhadap
harta kita ditanya,
didapat dari
jalan yang mana,
dipakai apa
manfaat guna,
dipertanggungjawabkan
dengan sempurna.
Wallahu alam
bisawwab. Semoga syair ini menjadi pelajaran bagi diri sendiri dan yang
menyukainya,semoga pula menjadi amal ibadah.
Amien ya
Robbul Izzati.
Inderalaya,
23 September 2010
Wassalam
Hamba Allah
Hamdi
Akhsan.
Friday, November 28, 2014
TANDA TANDA SEBELUM KEMATIAN
Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.
Tanda 100 hari menjelang ajal :...
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.
Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.
Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.
Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.
Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.
Ternyata Malaikat Maut Mengintai Kita 70 Kali Sehari ...
Alangkah baiknya kita istighfar dulu...Astagfir ullohAl'adzim.. ....
Memang tidak ada yang pernah tahu kapan seseorang akan menghadapi kematian, itulah sebabnya banyak orang tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya.
Maut dan kematian, Allah berfirman yang bermaksud :
Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dgn kesusahan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali. (Surah al-Anbiya ayat 35)
Tahukah kita bahwa malaikat maut sentiasa memperhatikan serta
melihat wajah kita sebanyak 70 kali dalam sehari?
Seandainya manusia bisa melihat dengan kasat mata seperti apa
tingkah laku malaikat pengintai itu,niscaya kaki mereka akan lemas
jika mengetahuinya.
Oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak
dapat melihat kehadirannya, itu sebabnya manusia tidak menyadari apa yang dilakukan malaikat Izrail di sekelilingnya.
Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:
Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa .
Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa.
Jika takdirnya hingga esok hari terakhir Allah pinjamkan nyawa untuk bernafas di muka bumi ini, apakah kita sudah cukup bekal menghadapi dua fase berikutnya yaitu ALAM BARZAH dan ALAM AKHIRAT ?
Berdoa dan pastikan ketika kita di jemput, kita dalam keadaan berbuat kebaikan yang terbaik agar kelak dikumpulkan bersama manusia2 terbaik di tempat terbaik disisi Allah SWT...
Aamiin yaa Robbal alamin ...
Tanda 100 hari menjelang ajal :...
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.
Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.
Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.
Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.
Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.
Ternyata Malaikat Maut Mengintai Kita 70 Kali Sehari ...
Alangkah baiknya kita istighfar dulu...Astagfir ullohAl'adzim.. ....
Memang tidak ada yang pernah tahu kapan seseorang akan menghadapi kematian, itulah sebabnya banyak orang tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya.
Maut dan kematian, Allah berfirman yang bermaksud :
Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dgn kesusahan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali. (Surah al-Anbiya ayat 35)
Tahukah kita bahwa malaikat maut sentiasa memperhatikan serta
melihat wajah kita sebanyak 70 kali dalam sehari?
Seandainya manusia bisa melihat dengan kasat mata seperti apa
tingkah laku malaikat pengintai itu,niscaya kaki mereka akan lemas
jika mengetahuinya.
Oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak
dapat melihat kehadirannya, itu sebabnya manusia tidak menyadari apa yang dilakukan malaikat Izrail di sekelilingnya.
Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:
Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa .
Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa.
Jika takdirnya hingga esok hari terakhir Allah pinjamkan nyawa untuk bernafas di muka bumi ini, apakah kita sudah cukup bekal menghadapi dua fase berikutnya yaitu ALAM BARZAH dan ALAM AKHIRAT ?
Berdoa dan pastikan ketika kita di jemput, kita dalam keadaan berbuat kebaikan yang terbaik agar kelak dikumpulkan bersama manusia2 terbaik di tempat terbaik disisi Allah SWT...
Aamiin yaa Robbal alamin ...
Muslim Adalah Penemu Benua Amerika
Ketika Anda ditanya tentang siapa penemu Benua Amerika, boleh jadi
nama yang kemudian terpikir adalah Cristoforo Colombo alias Christopher
Columbus. Lantas, ketika ditanya dari manakah nama Amerika diambil,
jawaban yang kemungkinan disebut adalah Amerigo Vespucci.
Hal itu sangat bisa dimaklumi mengingat sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) klaim Columbus sebagai penjejak pertama tanah Amerika pada 1492 telah diajarkan.
Disebutkan, pedagang sekaligus penjelajah asal Genoa, Italia itu menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai di Benua Amerika pada 12 Oktober 1402. Namun, berdasarkan fakta sejarah, benarkah klaim tersebut?
Adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, salah satu tokoh yang tidak percaya bahwa Benua Amerika ditemukan oleh Columbus. Berpidato pada KTT para pemimpin Muslim dari Amerika Latin, di Istanbul, Turki, Sabtu (15/11).
Erdogan secara tegas menyatakan Amerika ditemukan para pelaut Muslim di abad ke-12, hampir tiga abad sebelum Columbus menginjakkan kaki di sana. Menurut Erdogan, kontak-kontak antara Amerika Latin dan Islam telah dilakukan sejak abad ke-12.
Sebelumnya, seorang ahli kapal selam dan sejarawan kondang Gavin Menzies pun membantah klaim Columbus adalah penjelajah pertama Amerika.
Menurut dia, penemu Benua Amerika adalah Laksamana Muslim asal Cina bernama Cheng Ho. Dalam catatannya, Cheng Ho menginjakkan kaki di sana 70 tahun sebelum pelayaran Columbus.
Kepada publik ia menunjukkan bukti berupa peta-peta pelayaran kuno dan artefak yang secara jelas menyatakan Cheng Ho pernah singgah di Amerika setelah melakukan pelayaran pada periode 1421-1423.
Diceritakannya, pada 1405 ketika Cheng Ho ditugaskan menjelajahi dunia bersama beberapa armada laut Cina yang memakan waktu dua tahun, sang Laksamana berhasil melewati Champa, Jawa, Palembang, Malaka, Aru, Sumatra, Sri Lanka, dan Kalkuta. Inilah pelayaran yang dianggap sebagai momen penting pelayaran Cina di Nusantara.
Khusus mengenai pelayaran menuju Benua Amerika, beberapa sumber arkeologi menyebutkan, Cheng Ho pernah berlayar bersama awak kapalnya pada 1421 hingga 1423.
Sebelum sampai di Benua Amerika, tepatnya di Amerika bagian selatan setelah menyeberang dari Afrika, Cheng Ho melewati jalur yang terkenal sangat sulit dan berbahaya. Beberapa sumber memaparkan, sering kali kapal-kapal Eropa yang melewati jalur tersebut terdampar akibat terhalang ombak.
Laporan mengenai penemu Benua Amerika juga disampaikan sejumlah sarjana Muslim beberapa waktu lalu. Mereka menyatakan, Muslim tiba lebih dulu di Amerika dibanding Columbus.
Mereka yakin akan hal itu meski tidak ditemukan reruntuhan bangunan atau peninggalan Islam pra-Columbus di Benua Amerika.
Dalam satu artikel yang diterbitkan pada 1996, sejarawan Youssef Mroueh menyebutkan saat berlayar ke Amerika, Columbus melihat sebuah masjid di Kuba. Artikel itu mau tidak mau memunculkan kembali pertanyaan besar mengenai siapa sebenarnya penemu Benua Amerika.
Faktanya, klaim Columbus sebagai penemu Benua Amerika menuai banyak keraguan. Nama yang kemudian muncul, dan diperkuat fakta sejarah, adalah pelaut Muslim. Merekalah yang pertama kali menjejakkan kaki di tanah Amerika, jauh sebelum Columbus.
Jika diamati secara detail sejarah pelayaran Columbus, tampak sekali memang bukan penjelajah asal Genoa itu yang pertama kali menyeberangi Atlantik lalu mendarat di Amerika. Dalam catatannya, Columbus berlayar dari Spanyol pada tahun yang sama dengan runtuhnya dinasti Islam terakhir di tanah Iberia.
Pelayarannya banyak diawaki orang-orang Islam asal Iberia yang diceritakan sangat mengenal sejarah di masa keemasan Islam. Mereka dipaksa memeluk Katolik jika tak ingin dibunuh.
Dari para awaknya itulah Columbus bisa dengan mudah mendengar kisah tentang dunia baru bernama Amerika dan terinspirasi untuk menjangkaunya.
Setibanya di Amerika, Columbus mencatat beberapa hal terkait syiar Islam. Misalnya, ia berkomentar mengenai emas milik penduduk asli yang dibuat dengan paduan dan tata cara yang sama dengan yang dibuat kaum Muslimin di Afrika Barat.
Ia juga mencatat, kata asli untuk emas di daerah tersebut adalah ghunain. Kata itu sangat mirip dengan kata emas dalam bahasa Mandika yang disebut ghanin. Jika dihubungkan dengan kata dalam bahasa Arab, terdapat kemiripan dengan kata ghina yang artinya ‘kekayaan’.
Catatan Columbus juga menyebut tentang adanya sebuah kapal pada 1498 yang memuat banyak barang dagangan. Kapal tersebut diawaki orang-orang Afrika. Berdasarkan keterangan penduduk asli, mereka telah bermitra dagang dengan penduduk lokal.
Di samping catatan Columbus, fakta sejarah tentang Muslim sebagai yang pertama menginjakkan kaki di Amerika terpapar nyata dari seorang sejarawan dan ahli geografi Muslim bernama Abu Hasan Al Mas'udi. Ia menulis perjalanan Muslim Spanyol pada 889 M. Tulisan itu sendiri dibuat pada 956 M.
Ekspedisi pelayaran pada tahun tersebut merupakan perjalanan selama berbulan-bulan ke arah Barat. Pelayaran bertolak dari Pelabuhan Delba yang merupakan pelabuhan yang sama dengan tempat berangkatnya ekspedisi Columbus.
Hasilnya, mereka menemukan sebuah daratan yang sangat luas, kemudian melakukan perniagaan dengan penduduk asli di daerah tersebut sebelum kembali ke Eropa.
Al Mas'udi menggambarkan tanah tersebut dalam petanya yang sangat fenomenal. Ia menyebut daratan tersebut sebagai the unknown land atau daratan tanpa nama.
Disebutkan, Muslim Spanyol telah melakukan ekspedisi ke Amerika sebanyak dua kali. Pertama pada 999 M yang dipimpin Ibnu Farrukh dari Granada dan kedua dipimpin Al Idrisi pada 1100 M.
Pada pelayaran kedua, Al Idrisi mencatat adanya sekelompok Muslimin berlayar ke arah Barat dari Lisabon selama 31 hari dan berlabuh di sebuah pulau di Karibia.
Mereka ditawan oleh penduduk asli Amerika di kepulauan tersebut selama beberapa hari. Mereka akhirnya dibebaskan menyusul negosiasi dengan perantara salah seorang penduduk setempat yang memahami bahasa Arab.
Keberadaan penduduk yang memahami bahasa Arab menjadi poin penting. Sebab, hal tersebut menunjukkan sering terjadi kontak antara penduduk setempat dengan orang-orang Arab.
Teori lain menyebut, kaum Muslimin datang ke Benua Amerika menyeberangi samudra gelap Atlantik pada 300 atau 400 tahun sebelum kedatangan Columbus. Hal itu diindikasikan dengan kemampuan umat Islam dalam hal pemetaan, citra geografis, dan astronomi.
Eksistensi orang-orang Arab, Afrika Barat, dan Usmani di Benua Amerika jauh sebelum kedatangan Columbus dan orang-orang Kristen Eropa menguatkan fakta sejarah bahwa Muslimlah penjelajah pertama yang sampai ke Amerika.
Dari pemaparan tersebut, teori yang menyatakan Columbus sebagai penjelajah pertama Samudera Atlantik yang kemudian menginjakkan kaki di Benua Amerika merupakan teori lama yang sangat lemah dan belum diuji.
Menurut Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation, jauh sebelum Columbus tiba umat Islam telah sampai di Amerika. Ia mengungkapkan, orang Islam pertama yang tiba di benua Amerika adalah seorang pelaut dari Cina.
Pada 1178 M, berdasarkan sebuah dokumen Dinasti Sung – sebuah dinasti yang memerintah di Cina antara 960 M sampai 1279 M – seorang pelaut Muslim telah menemukan sebuah benua yang disebut sebagai Mu-Lan-pi atau Amerika. Dinasti Sung memang dikenal memiliki angkatan laut yang sangat kuat.
Dua abad kemudian, papar Fareed, tepatnya 1310 M, Abu Bakri (Abu Bakar), seorang Kaisar dari Mali, Afrika Barat telah melakukan serangkaian perjalanan menuju ‘’Dunia Baru’’, yakni benua Amerika. Selain itu, kata dia, pada 1312 M, Muslim dari Afrika Barat terutama Mali yang dikenal dengan istilah Mandinga telah sampai diTeluk Meksiko.
‘’Mereka mengeksplorasi wilayah pedalaman Amerika dengan menggunakan Sungai Mississippi sebagai jalur perjalanannya,’’ papar Fareed. ”Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya.”
Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.
Saat menginjakkan kaki di benua Amerika, papar Van Sertima, Columbus sempat mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. “Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara,” paparnya.
Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli. Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada.
Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard dalam karyanya berjudul Saga America, menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika. Namun, umat Islam juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu.
Fell juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina, perbendaharaan katanya banyak yang berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat seperti di California.
Di Kabupaten Inyo, negara bagian California, Fell juga menemukan tulisan tua lainnya yang berbunyi ‘Yasus bin Maria’ yang dalam bahasa Arab berarti “Yesus, anak Maria”. “Ini bukan frase Kristen,” cetus Fell. Faktanya, menurut dia, frase itu ditemukan dalam kitab suci Alquran. Tulisan tua itu, papar dia, usianya lebih tua beberapa abad dari Amerika Serikat.
sumber
republika.com
antara.co.id
Hal itu sangat bisa dimaklumi mengingat sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) klaim Columbus sebagai penjejak pertama tanah Amerika pada 1492 telah diajarkan.
Disebutkan, pedagang sekaligus penjelajah asal Genoa, Italia itu menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai di Benua Amerika pada 12 Oktober 1402. Namun, berdasarkan fakta sejarah, benarkah klaim tersebut?
Adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, salah satu tokoh yang tidak percaya bahwa Benua Amerika ditemukan oleh Columbus. Berpidato pada KTT para pemimpin Muslim dari Amerika Latin, di Istanbul, Turki, Sabtu (15/11).
Erdogan secara tegas menyatakan Amerika ditemukan para pelaut Muslim di abad ke-12, hampir tiga abad sebelum Columbus menginjakkan kaki di sana. Menurut Erdogan, kontak-kontak antara Amerika Latin dan Islam telah dilakukan sejak abad ke-12.
Sebelumnya, seorang ahli kapal selam dan sejarawan kondang Gavin Menzies pun membantah klaim Columbus adalah penjelajah pertama Amerika.
Menurut dia, penemu Benua Amerika adalah Laksamana Muslim asal Cina bernama Cheng Ho. Dalam catatannya, Cheng Ho menginjakkan kaki di sana 70 tahun sebelum pelayaran Columbus.
Kepada publik ia menunjukkan bukti berupa peta-peta pelayaran kuno dan artefak yang secara jelas menyatakan Cheng Ho pernah singgah di Amerika setelah melakukan pelayaran pada periode 1421-1423.
Diceritakannya, pada 1405 ketika Cheng Ho ditugaskan menjelajahi dunia bersama beberapa armada laut Cina yang memakan waktu dua tahun, sang Laksamana berhasil melewati Champa, Jawa, Palembang, Malaka, Aru, Sumatra, Sri Lanka, dan Kalkuta. Inilah pelayaran yang dianggap sebagai momen penting pelayaran Cina di Nusantara.
Khusus mengenai pelayaran menuju Benua Amerika, beberapa sumber arkeologi menyebutkan, Cheng Ho pernah berlayar bersama awak kapalnya pada 1421 hingga 1423.
Sebelum sampai di Benua Amerika, tepatnya di Amerika bagian selatan setelah menyeberang dari Afrika, Cheng Ho melewati jalur yang terkenal sangat sulit dan berbahaya. Beberapa sumber memaparkan, sering kali kapal-kapal Eropa yang melewati jalur tersebut terdampar akibat terhalang ombak.
Laporan mengenai penemu Benua Amerika juga disampaikan sejumlah sarjana Muslim beberapa waktu lalu. Mereka menyatakan, Muslim tiba lebih dulu di Amerika dibanding Columbus.
Mereka yakin akan hal itu meski tidak ditemukan reruntuhan bangunan atau peninggalan Islam pra-Columbus di Benua Amerika.
Dalam satu artikel yang diterbitkan pada 1996, sejarawan Youssef Mroueh menyebutkan saat berlayar ke Amerika, Columbus melihat sebuah masjid di Kuba. Artikel itu mau tidak mau memunculkan kembali pertanyaan besar mengenai siapa sebenarnya penemu Benua Amerika.
Faktanya, klaim Columbus sebagai penemu Benua Amerika menuai banyak keraguan. Nama yang kemudian muncul, dan diperkuat fakta sejarah, adalah pelaut Muslim. Merekalah yang pertama kali menjejakkan kaki di tanah Amerika, jauh sebelum Columbus.
Jika diamati secara detail sejarah pelayaran Columbus, tampak sekali memang bukan penjelajah asal Genoa itu yang pertama kali menyeberangi Atlantik lalu mendarat di Amerika. Dalam catatannya, Columbus berlayar dari Spanyol pada tahun yang sama dengan runtuhnya dinasti Islam terakhir di tanah Iberia.
Pelayarannya banyak diawaki orang-orang Islam asal Iberia yang diceritakan sangat mengenal sejarah di masa keemasan Islam. Mereka dipaksa memeluk Katolik jika tak ingin dibunuh.
Dari para awaknya itulah Columbus bisa dengan mudah mendengar kisah tentang dunia baru bernama Amerika dan terinspirasi untuk menjangkaunya.
Setibanya di Amerika, Columbus mencatat beberapa hal terkait syiar Islam. Misalnya, ia berkomentar mengenai emas milik penduduk asli yang dibuat dengan paduan dan tata cara yang sama dengan yang dibuat kaum Muslimin di Afrika Barat.
Ia juga mencatat, kata asli untuk emas di daerah tersebut adalah ghunain. Kata itu sangat mirip dengan kata emas dalam bahasa Mandika yang disebut ghanin. Jika dihubungkan dengan kata dalam bahasa Arab, terdapat kemiripan dengan kata ghina yang artinya ‘kekayaan’.
Catatan Columbus juga menyebut tentang adanya sebuah kapal pada 1498 yang memuat banyak barang dagangan. Kapal tersebut diawaki orang-orang Afrika. Berdasarkan keterangan penduduk asli, mereka telah bermitra dagang dengan penduduk lokal.
Di samping catatan Columbus, fakta sejarah tentang Muslim sebagai yang pertama menginjakkan kaki di Amerika terpapar nyata dari seorang sejarawan dan ahli geografi Muslim bernama Abu Hasan Al Mas'udi. Ia menulis perjalanan Muslim Spanyol pada 889 M. Tulisan itu sendiri dibuat pada 956 M.
Ekspedisi pelayaran pada tahun tersebut merupakan perjalanan selama berbulan-bulan ke arah Barat. Pelayaran bertolak dari Pelabuhan Delba yang merupakan pelabuhan yang sama dengan tempat berangkatnya ekspedisi Columbus.
Hasilnya, mereka menemukan sebuah daratan yang sangat luas, kemudian melakukan perniagaan dengan penduduk asli di daerah tersebut sebelum kembali ke Eropa.
Al Mas'udi menggambarkan tanah tersebut dalam petanya yang sangat fenomenal. Ia menyebut daratan tersebut sebagai the unknown land atau daratan tanpa nama.
Disebutkan, Muslim Spanyol telah melakukan ekspedisi ke Amerika sebanyak dua kali. Pertama pada 999 M yang dipimpin Ibnu Farrukh dari Granada dan kedua dipimpin Al Idrisi pada 1100 M.
Pada pelayaran kedua, Al Idrisi mencatat adanya sekelompok Muslimin berlayar ke arah Barat dari Lisabon selama 31 hari dan berlabuh di sebuah pulau di Karibia.
Mereka ditawan oleh penduduk asli Amerika di kepulauan tersebut selama beberapa hari. Mereka akhirnya dibebaskan menyusul negosiasi dengan perantara salah seorang penduduk setempat yang memahami bahasa Arab.
Keberadaan penduduk yang memahami bahasa Arab menjadi poin penting. Sebab, hal tersebut menunjukkan sering terjadi kontak antara penduduk setempat dengan orang-orang Arab.
Teori lain menyebut, kaum Muslimin datang ke Benua Amerika menyeberangi samudra gelap Atlantik pada 300 atau 400 tahun sebelum kedatangan Columbus. Hal itu diindikasikan dengan kemampuan umat Islam dalam hal pemetaan, citra geografis, dan astronomi.
Eksistensi orang-orang Arab, Afrika Barat, dan Usmani di Benua Amerika jauh sebelum kedatangan Columbus dan orang-orang Kristen Eropa menguatkan fakta sejarah bahwa Muslimlah penjelajah pertama yang sampai ke Amerika.
Dari pemaparan tersebut, teori yang menyatakan Columbus sebagai penjelajah pertama Samudera Atlantik yang kemudian menginjakkan kaki di Benua Amerika merupakan teori lama yang sangat lemah dan belum diuji.
Menurut Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation, jauh sebelum Columbus tiba umat Islam telah sampai di Amerika. Ia mengungkapkan, orang Islam pertama yang tiba di benua Amerika adalah seorang pelaut dari Cina.
Pada 1178 M, berdasarkan sebuah dokumen Dinasti Sung – sebuah dinasti yang memerintah di Cina antara 960 M sampai 1279 M – seorang pelaut Muslim telah menemukan sebuah benua yang disebut sebagai Mu-Lan-pi atau Amerika. Dinasti Sung memang dikenal memiliki angkatan laut yang sangat kuat.
Dua abad kemudian, papar Fareed, tepatnya 1310 M, Abu Bakri (Abu Bakar), seorang Kaisar dari Mali, Afrika Barat telah melakukan serangkaian perjalanan menuju ‘’Dunia Baru’’, yakni benua Amerika. Selain itu, kata dia, pada 1312 M, Muslim dari Afrika Barat terutama Mali yang dikenal dengan istilah Mandinga telah sampai diTeluk Meksiko.
‘’Mereka mengeksplorasi wilayah pedalaman Amerika dengan menggunakan Sungai Mississippi sebagai jalur perjalanannya,’’ papar Fareed. ”Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya.”
Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.
Saat menginjakkan kaki di benua Amerika, papar Van Sertima, Columbus sempat mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. “Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara,” paparnya.
Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli. Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada.
Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard dalam karyanya berjudul Saga America, menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika. Namun, umat Islam juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu.
Fell juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina, perbendaharaan katanya banyak yang berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat seperti di California.
Di Kabupaten Inyo, negara bagian California, Fell juga menemukan tulisan tua lainnya yang berbunyi ‘Yasus bin Maria’ yang dalam bahasa Arab berarti “Yesus, anak Maria”. “Ini bukan frase Kristen,” cetus Fell. Faktanya, menurut dia, frase itu ditemukan dalam kitab suci Alquran. Tulisan tua itu, papar dia, usianya lebih tua beberapa abad dari Amerika Serikat.
sumber
republika.com
antara.co.id


